Jakarta – Senin kemarin terpantau terdapat demo mahasiswa terjadi di berbagai penjuru negeri menolak impor beras. Mereka meminta Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menghentikan impor beras.

Protes Impor Beras, Mahasiswa Bakar Patung Mendag

Salah satunya terjadi di Padang dimana mahasiswa membuat patung Enggar dari jerami. Mereka menggelar unjuk rasa di halaman kantor Gubernur Sumatera Barat. Dalam aksi itu, patung Enggar dari jerami itu dibakar.

Yang hadir dalam aksi ini adalah mahasiswa dari BEM-KM Universitas Andalas (Unand) dalam memperingati Hari Tani Nasional, yang jatuh pada hari ini. Aksi dimulai dengan long march dari depan kantor Bank Indonesia.

Boneka yang dibakar massa tersebut merupakan simbol penolakan terhadap kebijakan impor yang selama ini dilakukan Menteri Perdagangan. Massa menilai, sebagai negara agraris, pertanian di Indonesia harusnya menjadi sektor yang berdaulat, tapi yang terjadi justru kebalikannya.

“Kita menuntut pemerintah membatasi jumlah impor beras, daging, dan bahan pokok lainnya,” kata Faizil Putra, Presiden BEM-KM Unand.

Faizil menilai bahwa hingga saat ini Dirut Perum Bulog Budi Waseso sudah menegaskan stok beras di gudang masih aman hingga akhir tahun. Namun Menteri Perdagangan berkeras akan melakukan impor beras 1 juta ton hingga akhir September ini.

Mereka menuntut pemerintah meningkatkan produktivitas tanaman pertanian, khususnya padi, jagung, kedelai, dan tanaman sembako. Pemerintah juga dituntut menjamin stabilitas harga produk-produk pertanian dan peternakan.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)