Jakarta – Situs skandal Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno telah diblokir. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menegaskan bahwa pemblokiran tersebut tidak terkait dengan Pemilu 2019. Namun, situs tersebut telah melanggar Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Rudiantara Tegaskan Pemblokiran Skandal Sandiaga karena Langgar UU ITE

Rudiantara

“Kemarin Sandiaga Uno itu tidak dikaitkan konteks pilpres,” kata Rudiantara, di Gedung Kominfo, Jakarta, Rabu (26/9/2018).

Situs skandal Sandiaga tidak diblokir karena permintaan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) terkait kampanye hitam, tetapi menggunakan UU ITE setelah Polri mendapat laporan. “Itu dilaporkan polisi dan kami mendapatkan tembusannya ada tindak pidana bisa dianggap melanggar UU ITE, jadi kami take down,” ujar Menkominfo.

Apabila merasa dirugikan oleh situs tertentu, masyarakat dapat melapor kepada polisi yang selanjutnya akan berkoordinasi dengan Kemenkominfo untuk memblokir situs yang merugikan tersebut.

Baca juga: Polri : Pencegahan Habib Rizieq Sepenuhnya Jadi Otoritas Arab Saudi

Berkaitan dengan konteks Pemilu 2019, aturan atau rujukan yang digunakan adalah peraturan KPU dan pengawasan Bawaslu, seperti konten dalam akun di media sosial yang telah didaftarkan pada KPU. Konten negatif yang berkaitan dengan salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden dalam akun media sosial selain yang didaftarkan pada KPU akan ditangani dengan UU ITE.

Sebelumnya, beredar situs bermuatan negatif tentang Sandiaga Uno, sejumlah operator seluler sudah menutup akses ke situs tersebut, tetapi masih ada yang dapat membukanya. Operator setidaknya membutuhkan waktu satu hari setelah permintaan blokir dari Kominfo. (Tita Yanuantari – harianindo.com)