Jakarta – Damai Hari Lubis dari GNPF-Ulama menyebut Pemerintah Indonesia kurang memperhatikan keamanan bagi Habib Rizieq Syihab di Arab Saudi. Meski begitu, Damai Hari Lubis memberikan apresiasi pada pemerintah Arab Saudi yang mau memperhatikan keamanan Habib Rizieq Syihab. Hal itu terbukti dari adanya larangan Habib Rizieq Syihab untuk pergi ke Malaysia.

Ngabalin Pihak GNPF-U Sebutkan Nama Pihak Yang Ingin Menzalimi Habib Rizieq

Ali Mochtar Ngabalin

“Kalau seperti itu, Alhamdulillah. Kami terima kasih Kerajaan Saudi melindungi beliau. Itu artinya info yang kita dengar bahwa ada kekuatan jahat dari pihak Indonesia adalah benar dan Alhamdulillah Kerajaan Saudi melindungi. Sekali lagi ini bukti bahwa ada pihak-pihak yang memang ingin mencelakakan HRS (Habib Rizieq Syihab) dan kita semua tahu siapa pihak yang ingin mencelakakan yaitu pihak yang selama ini telah terbukti menzalimi HRS,” kata Damai Hari Lubis saat ditemui di Jakarta, Rabu (26/09/2018).

Mendengar hal itu, tenaga ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin angkat bicara. Pria yang akrab disapa Ngabalin ini menantang GNPF-U menunjuk pihak yang ingin melakukan hal tersebut.

Baca juga : TKN Joko Widodo-Ma’ruf Mengaku Tak Tahu Insiden Pencegahan Habib Rizieq di Arab Saudi

“Supaya tidak menjadi fitnah, saya harap Damai Hari Lubis dari GNPF-Ulama untuk langsung saja tunjuk hidung pihak-pihak mana yang beliau maksudkan ingin mencelakakan dan menzalimi HRS, sebab pernyataan ini bisa membuat sesat dan menyesatkan publik khususnya umat islam Indonesia,” kata Ngabalin saat ditemui di Jakarta, Kamis (27/09/2018).

Lebih lanjut Ngabalin menjelaskan pemerintah Indonesia berkewajiban melindungi WNI yang berada di luar negeri, termasuk Habib Rizieq. Namun, Ngabalin meminta tidak ada pihak yang menyebarkan berita bohong bahwa Habib Rizieq akan dicelakakan.

“Habib Rizieq Syihab adalah seorang habib dan selaku imam besar FPI, jadi jangan ada orang yang menyebarkan fitnah terkait adanya ancaman yang mencelakakan beliau,” pungkasnya.
(Muspri-harianindo.com)