Jakarta – Keputusan Presiden Jokowi menunda kenaikan harga BBM jenis premium akhirnya dikomentari oleh pihak Partai Gerindra. Mereka menilai bahwa keputusan ini dilakukan sebagai upaya pencitraan.

Gerindra Anggap Jokowi Panik Usai Harga Premium Batal Naik

Arief Poyuono selaku Waketum Gerindra menuturkan bahwa “Kangmas Joko Widodo panik. Udah naikin BBM Premium subsidi belum sejam dibatalin lagi, ha ha ha, pencitraan banget,”

“Pembatalan kenaikan BBM Premium sebagai bentuk pribadi Joko Widodo yang jaim dan takut nggak populis. Sebab sudah dekat dekat Pilpres ya,” ucap Arief.

“Yang pasti sampai di mana Kangmas Joko Widodo bisa tahan nggak naikin BBM Premium, sebab BBM Premium harus Naik karena harga minyak dunia itu trennya terus naik dan di akhir tahun bisa hingga 100 USD/barrel,” imbuhnya.

Selain itu, dirinya kembali menyinggung soal melemahnya rupiah akibat dolar Amerika Serikat yang terus naik. Ia menantang alasan apa lagi yang akan dikemukakan pemerintah Jokowi soal meroketnya harga dolar Amerika Serikat.

“Bahwa ekonomi Indonesia baik-baik saja karena nilai inflasi dan Pertumbuhan ekonomi di kwartal kedua tumbuh 5.27 persen akan menjadi pembalikan bahwa USD makin kuat krisis ekonomi di Indonesia sudah terjadi dan inflasi akan semakin liar dengan kenaikan harga BBM sekalipun yang non-subsidi,” sebut Arief.

“100 % cuma pencitraan batalin naikin Premium,” tuturnya.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)