Home > Ragam Berita > Nasional > Gerindra Kaitkan Elektabilitas Jokowi Dengan Pelemahan Rupiah

Gerindra Kaitkan Elektabilitas Jokowi Dengan Pelemahan Rupiah

Jakarta – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menyebut tingginya tingkat elektabilitas yang dikeluarkan dari hasil survey sebuah lembaga tak akan mampu menutupi fakta melejitnya nilai tukar dolar terhadap rupiah.

Gerindra Kaitkan Elektabilitas Jokowi Dengan Pelemahan Rupiah

Pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin

“Semakin tinggi elektabilitas survei Joko Widodo-Maruf Amin tidak akan mampu menahan tingginya kurs US dolar terhadap rupiah,” kata Arief saat ditemui di Jakarta, Selasa (09/10/2018).

Lebih lanjut Arief menjelaskan bahwasanya ia memiliki alasan kuat dari pernyataan yang diungkapkannya itu. Arief menilai elektabilitas Jokowi masih ada hubungannya dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

“Di negara yang menganut demokrasi, yang jadi ukuran adalah kinerja ekonomi pemerintah petahana dan punya hubungan yang kuat dengan tingkat elektabilitas petahana yang akan maju lagi sebagai presiden,” jelasnya.

Baca juga : Demokrat : “Prabowo Mengatakan Mentor dan Godfather Beliau Adalah SBY”

Arief menambahkan hasil survei yang keluar yang mengunggulkan Jokowi tidak simetris dengan tingkat kepercayaan atau trust pelaku pasar internasional dan lokal terhadap kinerja ekonomi Joko Widodo.

“Gampang buktinya, para pemegang obligasi/surat utang Indonesia mulai melepas besar-besaran obligasi dan surat utang Indonesia. Terjadi capital flight besar-besaran serta ketidakpercayaan para eksportir serta perusahaan penghasil US dolar untuk menahan dolar di dalam negeri,” jelasnya.

“Nah, semua ini yang akhirnya membuat dolar tembus Rp 15 ribu dan menuju Rp 16 ribu,” sambungnya.

Arief kemudian membandingkan hasil survey tingkat elektabilitas pasangan Jokowi-Ma’ruf dengan elektabilitas Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono. Klaim dia, elektabilitas SBY-Boediono yang menanjak seiring dengan penurunan nilai tukar dolar terhadap rupiah.

“Setelah krisis ekonomi global 2008 hingga pasar saham Indonesia di-suspend. Ketika mendekati pilpres, nilai kurs dolar beranjak turun,” pungkas Arief.
(Muspri-harianindo.com)

x

Check Also

Novel Bamukmin Menyebut Akan Ada 1 Juta Bendera Tauhid di Acara Reuni 212

Novel Bamukmin Menyebut Akan Ada 1 Juta Bendera Tauhid di Acara Reuni 212

Jakarta – Pelaksanaan Reuni Akbar Alumni 212 di Silang Monas, 2 Desember mendatang ternyata memang ...


Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/harianindo/public/wp-content/plugins/mashshare-sharebar/includes/template-functions.php on line 135