Jakarta – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menyebut fenomena intoleran yang terjadi di Indonesia belakangan ini sangat berbahaya bila tidak segera ditangani.

Belajar dari Mantan Teroris, Mahfud MD Sebut Sikap Intoleran Sangat Berbahaya

Mahfud MD mengaku dirinya belajar dari seorang mantan teroris di mana sikap intoleran dapat menimbulkan pikiran buruk, bahkan hingga tega membunuh orang lain.

Melalui akun Twitternya, @mohmahfudmd, pada Rabu (24/10/2018) malam, Mahfud mengungkapkan, dirinya berkesempatan bertemu dengan mantan teroris, Ali Fauzi, sekaligus kakak kandung pelaku Bom Bali 2 tahun 2002, Amrozi.

Pertemuan tersebut terjadi di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, dalam acara seminar yang digelar BEM Fisip Unair yang bertema ‘Toleransi dalam Keberagaman’.

“Bersama Wadek I Unair Budi Prasetyo, Kacung Marijan, Ali Maschan, dan mantan teroris yg sdh sadar Ali Fauzi (kakaknya Amrozi yg sdh dieksekusi) di Museum Kematian Unair. Kami bertemu utk berseminar ttg ‘Toleransi dalam Keberagaman’ yg diselenggarakan oleh BEM FISIP Unair Surabaya,” tulis Mahfud MD.

Mahfud kemudian mengutip perkatan Ali Fauzi terkait bahayanya sikap intoleran yang terus dibiarkan hidup.

“Mantan teroris Ali Fauzi Mazi mengatakan, ‘Sy tahu bahayanya intoleran krn waktu menjadi teroris dulu dasar sy adalah intoleran. Inginnya selalu membunuh’. Orng intoleran yg teroris itu kalau melihat gedung tinggi dan bule2 timbulkah di pikiran, berapa kilo bom utk meledakkan ini,” ungkapnya.

Postingan Mahfud ini kemudian mendapatkan banyak komentar dari netizen, termasuk yang menyinggung soal insiden pembakaran bendera tauhid oleh sejumlah anggota Banser.
(samsul arifin – harianindo.com)