Jakarta – Yusuf Muhammad Martak selaku Ketum GNPF-U sudah menyatakan setuju bahwa ormas tidak menggunakan bendera berkalimat tauhid.

Ketua GNPF Ulama Anggap Rawan Jika Kalimat Tauhid Dipakai Ormas

Saat ditemui di Hotel Alia Cikini kemarin, dirinya menuturkan bahwa “Kalau kita bicara soal bendera, bendera itu sebenarnya, kalau mau jujur saya setuju. Kalimat tauhid dipakai ormas, ini rawan. Saya bahkan ekstrem lagi bilang Saudi pun kalau bisa diganti saya lebih seneng,”

“Jadi satu saat tatkala yang dibakar itu bendera berlambang kursi, yang marah pemilik bendera, tapi kalau yang dibakar kalimat tauhid dan lambang Kakbah, pasti semua umat marah,” jelas Yusuf.

Tak hanya itu, Yusuf juga berikan singgungan terkait Bendera dengan simbol Islam. Dia mengambil contoh gambar Kakbah di logo Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Menurut Yusuf, logo partai yang diketuai Romahurmuziy itu sangat rawan diperlakukan tidak semestinya. Apalagi di PPP sedang ada konflik internal.

“Sama dengan yang kami sampaikan dengan Romahurmuziy, kalau bisa tolong dong, kalau bisa diganti deh Kakbah-nya. Karena itu kiblat umat Islam yang Anda buat gontok-gontokan dua kelompok dalam satu organisasi,” tutur dia.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)