Jakarta – Helmy Faishal Zaini selaku Sekjen PBNU ikut berkomentar bahwa wacana tes baca Alquran untuk pasangan capres-cawapres muncul karena Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar. Dirinya menilai bahwa banyak warga yang ingin mengetahui apakah calon pemimpinnya bisa membaca Alquran.

PBNU Anggap Wajar Wacana Tes Baca Alquran Untuk Capres-Cawapres

Saat ditemui di kantor PBNU kemarin, dirinya menuturkan bahwa “Soal tes baca Alquran itu ya karena Indonesia mungkin sebagai negara penduduk muslim terbesar, mungkin banyak rakyat yang mau tahu capresnya bisa baca alif, ba, ta, sa (membaca huruf Alquran),”

“Kalau capresnya mau datang ya terserah, boleh kalau capresnya nggak mau datang, itu menjadi hak mereka. Jadi disampaikan kepada masing-masing, yang terbaik,” kata Helmy.

Kabaran ini terkait Direktur Informasi Komunikasi TKD Aceh Ali Raban yang mengatakan bahwa Jokowi siap memenuhi undangan tes baca Alquran. Presiden Joko Widodo sendiri menegaskan hanyalah peserta pada Pilpres 2019. Untuk aturan, termasuk mengenai debat dan adanya tes tambahan, dia menyerahkan sepenuhnya kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai pihak penyelenggara.

“Ya saya ini kan peserta pilpres, yang mengatur semuanya adalah KPU. KPU seperti apa, ya terserah KPU,” kata Jokowi kemarin.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)