Jakarta – Terkait dengan informasi adanya rencana penerbitan kembali tabloid ‘Obor Rakyat’, mendapat tanggapan dari Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko. Dia mengaku amat menyayangkan hal tersebut. Dia juga meminta untuk tidak ada upaya dalam memobilisasi berita-berita yang hanya berisi kebohongan.

Moeldoko Pastikan Aparat Bakal Bertindak Jika Obor Rakyat Berulah Lagi

“Saya pikir janganlah memobilisasi berita-berita yang tidak bagus karena itu akan menakutkan semua orang. Sebaiknya hindari hal-hal seperti itu,” ujar Moeldoko di kawasan Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (11/1/2019).

Moeldoko menegaskan, bakal ada pihak yang melakukan tindakan, apabila nantinya tabloid tersebut kembali diedarkan. Pasalnya, tabloid tersebut terlilit pidana dan pimpinannya telah divonis bersalah pada tahun 2016 silam.

“Tetapi kalau itu dilakukan dan melanggar UU, maka ada pihak yang akan melakukan sesuatu,” kata dia.

“Aparat akan bertindak sesuai dengan tugas dan fungsinya,” imbuh Moeldoko.

Sekedar informasi, Tabloid Obor Rakyat sendiri pernah terbit pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 silam dan berisi propaganda negatif tentang Joko Widodo. Tabloid tersebut kemudian terlilit pidana dan pimpinannya divonis bersalah pada 2016.

Salah satu pimpinan Obor Rakyat, Setyardi Budiono, serta mantan redaktur Obor Rakyat, yakni Darmawan Sepriyossa, lantas mendapatkan cuti bersyarat. Keduanya akhirnya bisa menghirup udara bebas.

Setyardi kemudian mengungkapkan akan kembali menerbitkan tabloid tersebut. Bahkan tabloid ini disebut akan memenuhi segala perizinan yang ada.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)