Bogor – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kedapatan mengacungkan dua jari dalam acara Gerindra di Sentul, Kabupaten Bogor, pada tanggal 17 Desember 2018 silam. Tentu saja hal itu menuai kontroversi publik yang melihatnya.

Bawaslu Menyebut Pose 2 Jari Anies di Acara Gerindra Untuk Kemenangan Persija

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Prabowo Subianto

Mendengar hal itu, Komisioner Bawaslu Kabupaten Bogor Abdul Haris memberikan tanggapannya. Melalui konferensi pers yang digelarnya, Haris menyebut bahwasanya Anies Baswedan tak bersalah dalam dugaan pelanggaran pemilu terkait salam dua jari.

Lebih lanjut Haris menjelaskan bahwa Bawaslu Kabupaten Bogor telah melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan tidak menemukan adanya unsur pidana dan pelanggaran pemilu. Anies sendiri juga sudah melakukan klarifikasi dengan Bawaslu Kabupaten Bogor.

Baca juga : Muncul Wacana Prabowo Mundur dari Pilpres, Ketua BPN Prabowo-Sandi : Saya Dukung

“ARB (Anies Rasyid Baswedan) diundang sebagai Gubernur DKI dan sudah menyampaikan surat pemberitahuan kepada Kemendagri untuk menghadiri acara DPP Partai Gerindra,” kata Haris saat melakukan konferensi pers di kantor Bawaslu kawasan Kelurahan Pondokrajeg, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (11/01/2019).

Haris mengatakan bahwa Anies menjelaskan jika simbol dua jari yang dilakukan itu merupakan simbol tim sepak bola Persija dan juga merupakan simbol dari gerakan Literasi Gemar Membaca. Oleh karena itu, Bawaslu Kabupaten Bogor menyebutkan bahwasanya Anies Baswedan tidak melakukan kesalahan seperti yang diperdebatkan saat ini.

“Soal simbol, terlapor menyatakan bahwa itu adalah bentuk salam kemenangan tim sepak bola Persija, dan gerakan literasi gemar membaca,” pungkas Haris.
(Muspri-harianindo.com)