Jakarta – Djoko Santoso (Djoksan) selaku Ketua BPN Prabowo-Sandi menuturkan bahwa rumor terkait mundurnya Prabowo dari Pilpres jika terindikasi kecurangan akhirnya dikonfirmasi oleh Ferry Mursyidan Baldan. Dirinya mengatakan bahwa hal tersebut merupakan peringatan agar pemilu berlangsung jujur dan adil.

Tanggapan BPN Soal Kemungkinan Prabowo Mundur

Saat ditemui di JCC Senayan, Ferry menuturkan bahwa “(Soal Prabowo mundur) itu sebenarnya warning, warning dari Pak Djoksan sebagai Ketua BPN bahwa janganlah perlakukan pemilu ini dengan hal-hal yang manipulatif bentuk kecurangan,”

Dirinya kemudian berpendapat bahwa apa yang diungkapkan Djoko Santoso untuk kirimkan pesan bahwa pemilu merupakan simbol peradaban sebuah negara. Jika pemilu digelar dengan cara yang manipulatif, sambung Ferry, negara lain tak akan menghargai Indonesia.

“Hasil pemilu akan dihargai sebagai sesuatu yang mencerminkan peradaban kebangsaan dan itu berpengaruh. Jadi kalau hasil pemilu didapat dengan cara manipulatif dan kecurangan, saya kira negara lain pun tak ada yang menghargai,” tuturnya.

“Yang paling pasti, sebagian pesan Pak Prabowo bahwa sebuah kekuasaan harus diraih dengan cara benar, karena tujuannya membawa kebaikan, membawa keberkahan. Kalau dicapai dengan cara tidak benar, bagaimana mau bawa kebaikan. Itu pesannya. Jadi dibaca sebagai sebuah warning, biarkan rakyat memilih sudah cukup cerdas,” papar Ferry.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)