Home > Ragam Berita > Internasional > Singapura Batasi Waktu Penjualan Makanan yang Memiliki Kadar Alkohol

Singapura Batasi Waktu Penjualan Makanan yang Memiliki Kadar Alkohol

Singapura – Singapura menerbitkan aturan baru yang mengatur penjualan produk makanan yang mengandung alkohol. Lewat aturan itu, makanan yang mengandung alkohol hanya boleh dijual di ruang publik diatas pukul 10.30 malam.

Singapura Batasi Waktu Penjualan Makanan yang Memiliki Kadar AlkoholSingapura Batasi Waktu Penjualan Makanan yang Memiliki Kadar Alkohol

Sebagaimana diberitakan channelnewsasia.com pada Kamis (17/1/2019), aturan ini diterbitkan oleh Kementerian Dalam Negeri Singapura atau MHA dan mulai berlaku per 18 Januari 2019. Aturan ini tetapi tidak berlaku untuk produk minuman.

Dengan aturan ini, maka produk makanan yang mengandung rum dan kismis es krim hanya boleh dijual di tempat-tempat umum setelah pukul 10.30 malam sampai jam 7 pagi setiap hari.

“MHA dan kepolisian akan memonitor situasi di lapangan serta secara periodik melakukan evaluasi dan memperbaharui legislasi yang diperlukan,” tulis Kementerian Dalam Negeri Singapura.

Baca juga: Otoritas Thailand Tegaskan Tidak Akan Mengusir Pencari Suaka

Kementerian Dalam Negeri Singapura menjelaskan aturan ini diterbitkan sebagai tindak lanjut dari laporan masyarakat dan pelaku industri yang menemukan produk-produk makanan yang mengandung alkohol perlu diatur di bawah undang-undang pengendalian minuman keras supaya para konsumen tidak menyalahgunakannya. Definisi makanan yang mengandung minuman keras yakni yang mengandung lebih dari 0,5 persen alkohol.

Sedangkan untuk minuman alkohol masih dapat dikonsumsi ditempat-tempat khusus, seperti restoran, kedai kopi atau bar. Namun jam operasionalnya diatur sesuai izin yang diberikan pada restoran tersebut. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Pemerintah Indonesia Kini Bisa Lacak dan Kembalikan Aset Kejahatan Yang Disimpan di Swiss

Pemerintah Indonesia Kini Bisa Lacak dan Kembalikan Aset Kejahatan Yang Disimpan di Swiss

Jakarta – Pemerintah Inddonesia melalui Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Hamonangan Laoly, baru ...


Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/harianindo/public/wp-content/plugins/mashshare-sharebar/includes/template-functions.php on line 135