Jakarta – Menko Bidang Kemaritiman Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan, menjelaskan bahwa masalah utang Indonesia hingga saat ini masih aman.

Ditanya Mengapa Utang Indonesia Tidak Diperbesar, Menteri Luhut : Segitu Aja Digebukin di Dalam Negeri

Seperti diketahui, total utang pemerintah RI per Desember 2018 naik Rp 1.809,6 triliun dari posisi per akhir 2014 sebesar Rp 2.608,7 triliun, menjadi Rp 4.418,3 triliun.

Menurut Luhut jumlah tersebut masih sekitar 29 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut masih jauh di bawah batas yang ditetapkan undang-undang yaitu 60% dari PDB.

“Kalau anda lihat utang kita, kita termasuk yang paling rendah. Masih 29 persen dibandingkan GDP,” jelas Luhut Binsar Pandjaitan, saat berpidato di acara DBS Asian Insights Conference di Jakarta, Kamis (31/1/2019).

Luhut bahkan menuturkan, ada pihak yang bertanya kepadanya saat hadir di World Economic Forum (WEF) di Davos pekan lalu, mengapa utang Indonesia tidak diperbesar?

Namun kata Luhut, dengan jumlah utang sebesar itu saja pemerintah banyak mendapatkan kritikan dan serangan dari pihak oposisi.

“Saya di WEF ditanya kenapa utang kalian cuma segini, kan bisa dibikin lebih besar. Segitu aja kita udah digebukin saya bilang,” kata Luhut.

Luhut bahkan mengklaim, perekonomian Indonesia masih dalam kondisi baik menurut sejumlah lembaga internasional.

“Kan me-manage, terefleksinya dari S&P, dari Fitch, Moodys kita dikasih investment grade,” ujarnya.
(samsularifin – harianindo.com)