Jakarta – Hasto Kristiyanto selaku Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, menilai bahwa capres nomor urut 02, Prabowo Subianto masih terjebak dengan masalah-masalah lama.

TKN Jokowi Sebut Prabowo Miskin Pengalaman

“Dalam penyampaian visi misi, Pak Prabowo sebagaimana tahun 2014, lebih banyak menyampaikan persoalan dengan solusi yang hanya mengulang rekomendasi PBB. Sementara Pak Jokowi mengungkap pentingnya energi terbarukan dan keberhasilannya di dalam mengatasi kebakaran hutan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Hasto.

Politikus PDI Perjuangan ini menilai, penyampaian visi misi kedua paslon adalah podium rakyat yang akan menentukan preferensi swing voters, bahkan untuk menekan angka golput. Sekjen PDI Perjuangan ini, lantas menyinggung gagasan kebersihan sungai dan pengendalian sampah plastik dari Jokowi.

“Visi misi capres menjadi awal penilaian agenda strategis kedua paslon. Tampak sekali Pak Jokowi lebih memahami persoalan bangsa,” tutur Hasto.

“Itu adalah contoh lain bagaimana Pak Jokowi berbicara persoalan faktual, sementara untuk sekian kalinya Pak Prabowo mengungkapkan swasembada air,” ujarnya.

Menurut Hasto, swasembada air tanpa penjelasan dan agenda menjalankannya menjadi bukti bahwa Prabowo cenderung mengulang masalah lama.
“Miskin pengalaman,” katanya menyindir capres 02.

Hasto pun berharap agar para pakar dan pengamat bisa memberikan penilaian objektif tentang kualitas kedua calon. “Objektivitas para pakar sangat diperlukan. Sebab Indonesia harus dipimpin oleh sosok visioner, tetapi juga memiliki kemampuan teknokratis dan manajerial untuk menyelesaikan masalah pokok bangsa,” ucap politikus kelahiran Yogyakarta 7 Juli 1966 itu.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)