Jakarta – Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak mengomentari pernyataan calon presiden petahana Jokowi terkait pembangunan 191 ribu kilometer jalan desa.

Teori Panjang Jalan Desa Yang Disampaikan Dahnil Dipatahkan Guru Besar IPB, Ini Penjelasannya

Menurut Dahnil, 191000 km sama dengan 4,8 kali Keliling Bumi sehingga hal itu mustahil dibangun dalam waktu 4 tahun, seperti pengakuan Jokowi di acara debat kedua capres 2019, Minggu (17/2/2019) malam.

“Jokowi klaim Membangun jalan desa 191000 km. Ini sama dengan 4,8 kali Keliling Bumi atau 15 kali Diameter Bumi.
Itu membangunnya kapan? Pakai ilmu simsalabim apa? ternyata produsen kebohongan sesungguhnya terungkap pada debat malam tadi,” tulis Dahnil melalui akun Twitternya.

Terkait hal ini, Guru Besar Fisika Teori Fakultas MIPA Institut Pertanian Bogor (IPB) Husin Alatas membenarkan hasil perhitungan Dahnil.

“Perhitungannya benar, karena keliling bumi di ekuator sekitar 40 ribu km. Sehingga 191 ribu/40 ribu sebangun 4,8 kali,” jelas Husin Alatas, Selasa (19/2/2019).

Namun demikian menurut Husin, pembangunan jalan di Indonesia sangat mungkin bisa melebihi keliling ekuator, karena medannya yang berkelok-kelok dan naik turun.

Untuk diketahui, panjang keseluruhan jalan di Indonesia mencapai 523.974 kilometer.

“Kalau jalan tersebut melewati ekuator (keliling bumi terpanjang), maka hanya butuh 40 ribu km. Kalau berbelok dan berputar, mungkin saja lebih dari 40 ribu km,” jelas Husin.

Jalan desa sepanjang 191.000 km dibangun dalam kurun waktu empat tahun (2015-2018) dengan total biaya Rp 257 triliun.

Dengan perhitungan jumlah desa di Indonesia yakni 74.957 desa, maka rata-rata di setiap desa dibangun jalan desa sepanjang Rp 2,5 kilometer dalam 4 tahun, atau 625 meter per tahun.
(samsularifin – harianindo.com)