Home > Ragam Berita > Nasional > Direktur Riset Indomatrik Pernah Menjabat di Puskaptis

Direktur Riset Indomatrik Pernah Menjabat di Puskaptis

Jakarta – Nama Husin Yazid selaku Direktur Riset Indromatik menjadi ramai perbincangan publik pascarilis hasil survei yang berbeda dengan lembaga survei yang lainnya. Indomatrik merilis hasil survei tingkat elektabilitas pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno lebih unggul daripada pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Direktur Riset Indomatrik Pernah Menjabat di Puskaptis

Husin Yazid

Menurut Indomatrik, survei elektabilitas Jokowi-Ma’ruf dengan Prabowo-Sandiaga hingga akhir Januari 2019 hanya beda 3,93%. Survei Indomatrik menyebut elektabilitas Jokowi-Ma’ruf sebesar 47,97% dan Prabowo-Sandiaga 44,04%. Hasil survei ini berbeda dengan lembaga-lembaga riset lainnya.

Seperti yang diketahui kedua pasangan tersebut bertarung dalam ajang kontestasi politik Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Selain menjabat sebagai Direktur Indomatrik, Husin Yazid diketahui merupakan eks Direktur Eksekutif Pusat Studi Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis).

Baca juga : OSO Anggap Tak Masalah Ahok Gabung Timses Jokowi

Puskaptis sendiri diketahui pernah bermasalah pada Pilpres 2014 silam. Hal itu juga diakui oleh anggota Dewan Etik Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi), Hamdi Muluk. Hamdi pun menceritakan track record Husin Yazid.

“Husin Yazid dengan Puskaptis di 2014, dia kan tidak mau diaudit, diundang (untuk presentasi proses riset) juga tidak mau datang. Terus terbukti melakukan pelanggaran, kami keluarkan,” kata Hamdi saat ditemui di Jakarta, Senin (18/02/2019).

Lebih lanjut Hamdi menjelaskan bahwasanya Indomatrik juga merupakan lembaga survei yang tidak terdaftar di Persepi. Hamdi menyebut Yazid sudah dikeluarkan dari Persepi sejak ia bermasalah terkait survei yang dikeluarkan Puskaptis di 2014.

“Tidak, tidak terdaftar. Itu yang punyanya si Yazid yang dikeluarkan dari Persepi tahun 2014,” jelasnya.
(Muspri-harianindo.com)

x

Check Also

Inilah Alasan Wiranto Lakukan Pembatasan Fitur Medsos

Inilah Alasan Wiranto Lakukan Pembatasan Fitur Medsos

Jakarta – Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wirantomengklaim pemerintah memiliki landasan hukum untuk membatasi ...


Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/harianindo/public/wp-content/plugins/mashshare-sharebar/includes/template-functions.php on line 135