Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin menuding Direktur Riset Indomatrik Husin Yazid telah berpihak pada petahana lawan, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Sebab Indomatrik merilis hasil survei yang berbeda dengan lembaga survei lainnya.

Indomatrik Menyebut Tidak Ada Bukti Pihaknya Sebagai Pendukung Prabowo-Sandi

Husin Yazid

Mendengar hal tersebut, Husin Yazid angkat bicara. Yazid dengan tegas membantah kebenaran pernyataan tersebut. Bahkan Yazid siap membuktikan dengan memberikan penjelasan secara metodologi survei.

“Tidak ada bukti (berpihak kepada Prabowo-Sandiaga). Saya benar-benar independen. Saya beri pembelajaran kepada masyarakat ini fenomena lima tahunan. Saya mempunyai rasa bertanggung jawab. Rasa panggilan saya tentang ilmu metodologi survei. Dan masalah duit, itu duit kami sendiri. Kami siap, kami jelaskan semua metodologi,” kata Yazid saat ditemui di Jakarta, Selasa (19/02/2019).

Yazid juga menanggapi komentar soal pernyataan lembaganya yang tak masuk Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi). Yazid mengatakan asosiasi lembaga survei tak hanya Persepi.

Baca juga : Direktur Riset Indomatrik Pernah Menjabat di Puskaptis

“Kan disebut tak gabung Persepi. Kan ada 3-4 perkumpulan atau asosiasi lembaga survei. Kan kita mau gabung ke mana saja boleh?” tegasnya.

Yazid lantas menyinggung soal survei-survei di masa Pilgub DKI pada 2017. Dia mengatakan saat itu Indomatrik mengeluarkan hasil survei yang hasilnya dinyatakan Pilgub DKI akan berlangsung dua putaran dan Anies Baswedan akan menang.

“Ada 7-9 lembaga survei yang menjadi konsultannya Ahok terdiri atas Lembaga Survei Indonesia, Indikator, Indo Barometer, Charta Politika, SMRC, Vox Populi, dan lainnya yang mengatakan 6 bulan sebelum pilkada sampai H-1 sebelum pencoblosan mengatakan Ahok menang. Dan LSI Denny JA mengatakan Agus menang. Dan tidak terbukti. Apakah ini abal-abal? Apakah ini bisa dipercaya oleh masyarakat?” pungkasnya.
(Muspri-harianindo.com)