Jakarta – Mantan Danjen Kopassus yang saat ini menjabat sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Agum Gumelar, memberikan pengakuan yang cukup mengejutkan terkait peristiwa hilangnya sejumlah aktivis pada 1998 lalu. Hal tersebut diungkapkan oleh Agum dalam sebuah acara diskusi.

Agum Gumelar Mengaku Tahu Dimana Aktivis 98 Dibunuh dan Dibuang

Salah seorang peserta diskusi kemudian merekam dan mengunggahnya melalui akun Facebook KataKita.

Dalam video yang diunggah, Agum Gumelar menceritakan secara rinci bagaimana sejumlah aktivis pro demokrasi diculik dan dibunuh oleh Tim Mawar, tim kecil dari kesatuan Kopassus Grup IV TNI AD.

Saat itu, Agum Gumelar menjadi salah satu anggota Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang melakukan investigasi terkait kasus penculikan para aktivis.

“Tim mawar yang melakukan penculikan itu anak buah saya semua itu. Saya juga pendekatan hati ke hati di luar pekerjaan DKP. Kemudian ketika dari hati ke hati di sinilah saya tahu matinya orang-orang, dibuangnya di mana saya tahu,” kata Agum Gumelar dalam rekaman video tersebut.

Meski tidak menyebutkan secara jelas di mana para aktivis tersebut dibunuh dan dibuang, namun Agum Gumelar mengungkapkan bahwa dari sejumlah investigasi dan fakta yang dikumpulkan DKP saat itu disimpulkan ada kesalahan yang dilakukan oleh Prabowo Subianto, sebagai Danjen Kopassus saat itu.

Dalam rekomendasi yang ditandatangani oleh oleh 7 orang perwira anggota DKP, termasuk Agum Gumelar dan Susilo Bambang Yudhoyono, merekomendasikan kepada Panglima TNI untuk memberhentikan Prabowo dari satuan militer.

“Dari 31 Danjen, cuma satu yang diberhentikan dari satuan. Siapa dia? Prabowo. Ini terungkap. Jadi kalau buat saya aneh bin ajaib sampai dia capres. Buat saya ya, entah buat anda-anda,” ungkap Agum.

Namun demikian, Agum Gumelar membantah bila pernyataannya tersebut dianggap sebagai black campaign atau kampanye hitam, karena itu merupakan fakta yang tak terbantahkan.

“Ini fakta bukan black campaign. Kalau black campaign itu tanpa didukung oleh data. Jadi saya ingin bilang kenapa kok jadi lupa semua,” pungkas Agum.
(samsularifin – harianindo.com)