Jakarta – Sindiran dari Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie dalam acara Festival 11 di Medan, Senin, (11/3/2019) kemarin, langsung mendapat jawaban dari Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDIP Hendrawan Supratikno.

PDIP Sebut Pernyataan Dari Ketum PSI Ngawur

Dalam acara tersebut, Grace sempat menyinggung terkait banyaknya partai yang mengaku nasionalis namun justru mendukung peraturan daerah (Perda) syariah yang diskriminatif. Grace juga mempertanyakan sikap yang ditunjukkan oleh PDIP yang terlibat aktif dalam pengesahan 443 Perda Syariah di Indonesia.

“Pernyataan itu ngawur. Soal Perda Syariah, kami selalu bergulat menegakkan nilai-nilai ke-indonesiaan dan nilai Pancasila. Hanya saja, kami sering kalah kalau keputusan diambil dengan voting,” ujar Hendrawan saat dihubungi Tempo pada Selasa, 12 Maret 2019.

Hendrawan menilai, pernyataan yang dilontarkan oleh Grace, semata-mata karena sedang membangun persepsi sebagai partai yang paling pancasilais dan nasionalis. Hendrawan menilai, PSI sedang berupaya untuk menarik basis pemilih PDIP yang moderat agar bisa lolos ambang batas parlemen.

“Segmen PDIP yang gemuk berusaha ditangguk. Namun, mereka masih dipersepsi sebagai partai elitis, nasionalis gedongan dan anak-anak muda dengan urban life-style dan segala atributnya,” ujar dia.

Grace menyindir PDIP di hadapan ribuan kader PSI di acara Festival 11 PSI di Medan, kemarin. Grace menyayangkan sikap dari PDIP yang terlibat aktif dalam pengesahan 443 Perda Syariah di Indonesia. Grace mengatakan pernyataannya ini merujuk pada hasil penelitian yang ditulis Michael Buehler, Guru Besar Ilmu Politik Nothern Illinois University.

“Bagaimana mungkin disebut partai nasionalis, kalau diam-diam menjadi pendukung terbesar Perda Syariah?” ujar Grace.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)