Jakarta – Wakil Sekjen Partai Gerindra, Andre Rosiade, menilai pidato Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie yang menyindir soal sejumlah partai nasionalis yang justru mendukung Perda Syariah, hanya ingin mencari panggung dan sensasi.

Soal Pidato Ketum PSI Grace Natalie, Gerindra Sebut Cari Panggung

“Jadi Grace selalu mengeluarkan statement-statement yang kontroversial, yang memang ingin ditanggapin, mendapat panggung. Ini strategi dia,” kata Andre Selasa (12/3/2019).

Andre juga menambahkan, PSI berharap bisa lolos parliamentary threshold, karena itu mereka terus membuat sensasi.

“Mereka harus terus bikin sensasi karena nggak punya prestasi. Makanya PSI itu cocoknya Partai Sensasional Indonesia,” sindir Andre.

Andre menjelaskan, pemberlakukan Perda Syariah tentunya disesuaikan dengan kebutuhan daerah dan tidak bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

“Meskipun berbau syariah, tapi tidak bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, Pancasila, NKRI, serta sesuai dengan budaya lokal, ya kenapa harus kita ributin?” kata Andre.

Sebelumnya, Ketua Umum PSI Grace Natalie menyinggung sejumlah partai nasionalis yang justru menjadi pendukung Perda Syariah yang dinilainya diskriminatif. Hal ini dilontarkan Grace saat berpidato di acara Festival 11 di Medan, Senin (11/3/2019).

“Bagaimana mungkin disebut partai nasionalis, kalau diam-diam menjadi pendukung terbesar perda syariah?” kata Grace saat itu.

Grace juga mengutip hasil studi Michael Buehler, guru besar ilmu politik di Nothern Illinois University, dalam bukunya yang berjudul “The Politics of Shari’a Law: Islamist Activists and the State in Democratizing Indonesia” yang terbit pada 2016.

“Ini bukan saya lho yang bilang. Saya hanya membacakan kesimpulan riset ilmiah,” jelas Grace.
(samsularifin – harianindo.com)