Jakarta – Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (Rommy) mengaku akan kooperatif dan mengungkapkan semua hal terkait kasusnya kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Rommy Sebut Akan Buka-bukaan Kepada KPK

“Saya akan sangat kooperatif dan menjelaskan semua persoalan ini kepada KPK,” kata Rommy, sebelum diperiksa di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Jumat (22/3/2019).

Menurut Rommy, ia tidak akan menutup-nutupi apa yang dia ketahui agar kasus ini menjadi terang dan bisa segera diselesaikan.

“Agar mereka mendapat perspektif yang terang dan tidak ada yang ditutup-tutupi dan mereka juga akan permudah untuk segera menyelesaikan pemberkasan kasus,” ujar Rommy.

Namun demikian, saat ditanya wartawan terkait kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus ini, Rommy enggan untuk mengungkapkannya.

“Itu masuk materi perkara,” tandasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, KPK menetapkan Rommy sebagai tersangka kasus dugaan suap seleksi pengisian jabatan di Kementerian Agama.

Rommy ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat (15/3/2019) pekan lalu.

Rommy diduga menerima uang senilai Rp 250 juta dari Kakanwil Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin, dan Rp 50 juta dari Kepala Kantor Kemenag Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi.

“Diduga RMY (Romahurmuziy) bersama-sama dengan pihak Kementerian Agama RI menerima suap untuk mempengaruhi hasil seleksi jabatan pimpinan tinggi di Kemenag, yaitu Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur,” ujar Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, Sabtu (16/3/2019).
(samsularifin – harianindo.com)