Jakarta – Hati merupakan salah satu organ tubuh yang penting bagi manusia dengan banyak fungsinya. Seperti menyaring darah, memproduksi protein yang dibutuhkan untuk pengentalan darah, memproses nutrisi, membantu melawan infeksi, dan lainnya.

Hati-Hati! 8 Faktor Ini Dapat Menyebabkan Kerusakan Hati

Karena fungsinya yang sangat vital bagi kesehatan manusia, maka fungsi hati perlu dijaga agar dapat bekerja dengan optimal, termasuk mencegah beberapa hal yang dapat merusak fungsi hati.

8 hal di bawah ini perlu dihindari bila Anda menginginkan hati tetap sehat dan bekerja dengan baik :

1. Rokok
Zat kimia racun yang terkandung di dalam asap rokok dapat menyebabkan inflamasi hati, dan pada akhirnya menimbulkan sirosis. Rokok juga menyebabkan meningkatnya sitokin, zat kimia yang memperparah inflamasi dan kerusakan pada sel-sel hati.

2. Soda
Soda yang mengandung kadar gula tinggi merupakan penyebab utama meningkatnya berat badan dan terkait dengan kerusakan hati.

3. Obesitas
Obesitas atau kelebihan berat badan merupakan salah satu penyebab dari sejumlah penyakit berbahaya, termasuk kerusakan hati. Banyaknya lemak pada hati menimbulkan perlemakan hati, sirosis, dan gagal hati.

4. Hepatitis
Hepatitis B dan C merupakan penyebab utama kanker hati. Hepatitis C sering disebut sebagai silent killer karena banyak pengidapnya yang tidak menyadari bahwa mereka sakit, sementara hepatitis B masih mudah diatasi karena telah tersedia vaksinnya sejak kecil.

5. Obat-obatan
Sejumlah obat-obatan seperti asetaminofen dengan dosis yang tinggi, steroid anabolik (obat hormon pria), heroin, dan kokain, dapat menyebabkan kerusakan hati.

6. Alkohol
Alkohol menjadi salah satu penyebab sirosis dan penyakit hati lainnya. Diperkirakan 10 hingga 15 persen peminum alkohol berat menderita luka parut di hati.

7. Penyakit Genetik
Penyakit yang diriwayatkan seperti hemokromatosis misalnya, dapat menyebabkan zat besi menumpuk di tubuh, yang bisa mengakibatkan sirosis, gagal fungsi hati.

8. Penyakit Autoimun
Tidak diketahui penyebab pastinya, namun kemungkinan karena faktor genetik. Penyakit ini lebih sering menyerang wanita. Salah satunya yakni Primary biliary cirrhosis (PBC).
(samsularifin – harianindo.com)