Munderfing – Pembalap KTM Red Bull, Johann Zarco, pesimis dengan peluangnya mencapai podium di balapan kandangnya, MotoGP Prancis 2019. Sebab, motor KTM RC16 yang dipakainya masih jauh dari kompetitif. Ia justru mendukung rekan senegaranya, Fabio Quartararo, untuk meraih hasil gemilang.

Zarco Pesmistis Jadi Juara saat Mengaspal di Kandang

Zarco punya kenangan manis saat membalap di Sirkuit Le Mans. Ia sukses meraih podium pertamanya di kelas MotoGP saat lomba di negaranya tersebut pada 2017. Sayangnya, musim lalu cerita berbeda karena pembalap berusia 28 tahun itu terjatuh hingga gagal finis.

Peluang untuk mengulang kenangan manis tersebut semakin tipis melihat performa motor RC16. Zarco meraih hasil buruk ketika mengaspal di MotoGP Qatar 2019 dengan menyelesaikan lomba di urutan ke-15. Meski motornya masih bisa meningkat, ia hanya berani menargetkan masuk 10 besar di Prancis.

“Itu akan menjadi balapan lain di mana saya harus mengincar 10 besar. Saya yakin pengembangan motor hingga Mei nanti akan mengonfirmasi kalau kami bisa bertarung untuk posisi 10, tetapi saya tidak bisa menargetkan podium,” ujar Johann Zarco sebagaimana diberitakan Tuttomotoriweb pada Senin (25/3/2019).

“Saya tidak bisa bermimpi karena saya menjadi bagian dari proyek pengembangan. Kami tidak tahu apa yang akan terjadi di tiga balapan berikut,” imbuh mantan pembalap Yamaha tersebut.

Dukungan Zarco buat Fabio Quartararo mengandung alasan logis. Sebab, pembalap debutan di MotoGP tersebut memakai motor yang lebih kompetitif, yakni YZR M-1 milik Yamaha meski dengan spesifikasi B alias tidak sama dengan tim pabrikan. (Tita Yanuantari – harianindo.com)