Jakarta – Lagi-lagi, putra dari Raja Dangdut Rhoma Irama, Ridho Rhoma, kembali menjadi sorotan publik. Pasalnya, Mahkamah Agung (MA) melalui putusan terbarunya kembali menjebloskan Ridho ke dalam penjara.

Rhoma Irama Merasa Aneh Dengan Putusan MA Yang Akan Perpanjang Pidana Ridho Rhoma

Dalam putusan tersebut, MA memperpanjang pidana Ridho menjadi 1 tahun 6 bulan dalam kasus narkotika. Pada (25/1/2018) silam, ia telah menghabiskan masa hukuman selama 10 bulan, dan bebas dari Rumah Sakit Ketergantungan Obat Cibubur, Jakarta Timur.

Terkait hal tersebut, Rhoma Irama merasa aneh dengan keputusan MA. Menurutnya, pengguna yang mengonsumsi narkotika di bawah 1 gram seharusnya hanya di rehabilitasi. Diketahui, Ridho menggunakan narkoba jenis sabu seberat 0,7 gram.

“Dia (Ridho Rhoma) sudah jera, tidak gunakan (narkoba) lagi, sudah sembuh. Tapi, dia ditarik lagi ke penjara. Nah, sekarang falsafah dan logika hukumnya di mana? Itu yang saya enggak ngerti,” ujar Rhoma saat ditemui di kawasan Depok, Jawa Barat, Kamis (28/3).

“Padahal Ridho sudah sembuh dan sekarang mau dihancurkan lagi? Sementara negara merehab orang-orang pengguna, memenjarakan pengedar dan bandar. Saya enggak ngerti hukum kita ini,” sambungnya.

Kuasa hukum dari Ridho, Achmad Cholidin mengatakan bahwa sampai saat ini, ia belum menerima surat putusan dari MA.

“Seharusnya surat itu sudah kami terima dari PN (Pengadilan Negeri) Jakbar (Jakarta Barat). Kemudian PN Jakbar akan memanggil kami bersama Kejaksaan Negeri Jakbar. Tapi, surat belum kami terima,” beber Cholidin di lokasi yang sama.

Rencananya, mereka akan berjuang agar Ridho tidak kembali masuk ke dalam bui. “Nanti saat eksekusi, kita melakukan perlawanan dan ,” tutur Cholidin.

Sebelumnya, Ridho Rhoma ditangkap petugas Satuan Narkoba Polresta Jakarta Barat, di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, pada 24 Maret 2017.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)