Lhasa – Pemimpin Budha asal Tibet, Dalai Lama memberi pujian terhadap Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern. Hal ini secara khusus ditujukan terhadap sikap Ardern dalam menghadapi insiden penembakan brutal yang terjadi di dua masjid di Christchurch yang membuat 50 orang tewas.

Dalai Lama Layangkan Pujian kepada Jacindra Ardern

Dalai Lama

Menurut Dalai Lama, respon Ardern dalam menghadapi insiden yang terjadi di negaranya adalah sebuah contoh bagaimana kekerasan tidaklah diperlukan. Ia mengatakan, sikap dari perempuan berusia 38 tahun itu bekerja secara efektif dan menjadi solusi terbaik dalam kasus teror ini.

Ardern telah dipuji secara luas atas sikap bijaksana yang ia miliki dalam menangani aksi teror di negaranya. Ia berusaha meyakinkan warga Muslim yang menjadi minoritas di Selandia Baru sekaligus korban dalam insiden tersebut bahwa mereka tidak sendiri.

Ardern juga secara tegas menyebut bahwa penembakan tersebut merupakan sebuah aksi terorisme di tengah kehidupan yang damai di Selandia Baru. Pujian dari masyarakat internasional berdatangan, khususnya dari komunitas Muslim di seluruh dunia.

Dari sikap Ardern, Dalai Lama nampaknya ingin memberi contoh bahwa kekerasan dapat dilawan dengan kebaikan. Seperti dalam halnya ia yang terus berupaya menemukan solusi atas konflik antara Tibet dan Cina sejak 1974.

Dalai Lama mengatakan, Cina dan Tibet dapat hidup berdampingan. Pemerintah di Negeri Tirai Bambu itu dapat membantu perekonomian masyarakat Tibet dan memperoleh pengetahuan dari mereka.

Pria berusia 83 tahun itu juga menekankan bahwa Tibet hanya ingin menjadi daerah yang otonom dan tidak berarti memerdekakan diri. Dalam sebuah pernyataan, Dalai Lama menyebut Cina dan Tibet dapat hidup bersama dalam semangat yang sama layaknya Uni Eropa.

Baca juga: Erdogan Tuding AS dan Eropa Intervensi Masalah Turki

Sejak 1959, Dalai Lama berada dalam pengasingan di India setelah upaya melawan Pemerintah Cina gagal. Ia telah menunjukkan keinginan kuat untuk melakukan rekonsiliasi dengan Pemerintah Cina dan menyatakan keinginannya kembali ke Tibet.

Pemerintah Cina selama ini menyebut Dalai Lama sebagai pemberontak negara itu. Dalai Lama juga dikatakan berusaha menggunakan media Barat untuk menyebar fitnah terhadap mereka untuk mendorong kemerdekaan Tibet. (Tita Yanuantari – harianindo.com)