Jakarta – Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menyebut kampanye akbarnya yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno sebagai rapat akbar politik terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Terkait dengan pernyataan tersebut, calon wakil presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin mengaku tak setuju.

Ma'ruf Amin Tak Setuju Jika Kampanye Prabowo-Sandi di GBK Disebut Sebagai Rapat Politik Terbesar

“Saya kira biasa lah begitu. Pak Jokowi juga 2014 bisa mengumpulkan massa yang lebih besar,” kata Ma’ruf di kediamannya, Jl Situbondo No 12, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (7/4/2019).

Menurutnya, jumlah massa Prabowo, biasa saja. Akan tetapi, Ma’ruf memaklumi klaim Prabowo tersebut. Dia berharap Jokowi bisa mengumpulkan massa lebih banyak daripada massa Prabowo pada kampanye yang akan datang. Meski begitu, Ma’ruf mengapresiasi petugas keamanan yang bisa menjaga kelancaran kampanye rivalnya di Senayan.

“Dan besok mudah-mudahan lebih besar,” kata Ma’ruf. “Tunggu nanti, 13 (April) nanti.”

“Jadi keamanan kita bagus, mengawal pelaksanaan kampanye besar di Jakarta,” kata Ma’ruf.

Sebelumnya, Prabowo membuka pidato dalam kampanye akbarnya di GBK dengan menyebut kampanyenya itu sebagai rapat akbar terbesar dalam sejarah RI. Jumlah massa kampanye di kawasan Senayan disebutnya sejuta orang.

“Saya sudah siapkan pidato yang tercatat, tapi nampaknya lebih baik saya bicara tanpa catatan. Saudara-saudara sekalian, tadi dilaporkan kepada saya oleh sekjen-sekjen koalisi Indonesia Adil Makmur, mereka orang-orang yang berpengalaman di bidang politik. Mereka mengatakan ini adalah rapat akbar politik terbesar dalam sejarah Republik Indonesia,” kata Prabowo di panggung kampanye bagian dalam Stadion Utama Gelora Bung Karno tadi.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)