Jakarta – Mengenai pernyataan Mbak Tutut perihal dirinya yang menilai enak hidup pada zaman bapaknya (Soeharto) dulu, kali ini langsung mendapatkan bantahan tegas dari PSI.

PSI : "Jaman Soeharto Ora Penak Blas"

Saat dikonfirmasi kemarin, Raja Juli Antoni menuturkan bahwa “Ora penak blas (tidak enak sama sekali),”

“Bu Titiek lupa, ia bisa bicara bebas seperti itu karena reformasi. Kalau lawan politik pada masa bapaknya pasti sudah hilang, diculik grup Mawar atau Melati,” kata pria yang akrab disapa Toni itu.

Dirinya kemudian kembali ungkit perihal fungsi pers di zaman Soeharto yang mengalami kesulitan sehingga informasi, termasuk soal kampanye, tak mudah tersampaikan kepada masyarakat. Toni menyebut, di era Soeharto, rival dari pemerintah tidak mendapat porsi yang sama dalam pemberitaan.

“Bu Titiek juga lupa pembicaraannya bisa diliput media massa karena ada kebebasan pers setelah reformasi. Bila pembicaraan lawan politik pada zaman bapaknya diliput media, maka pasti media itu akan dibredel,” sebut Sekjen PSI itu.

“Rakyat Indonesia tidak akan lupa betapa tidak nyamannya kehidupan rakyat di bawah kepemimpinan bapaknya, kecuali para elite yang di sekitar Cendana, termasuk Prabowo, salah seorang capres hari ini,” ucap Toni.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)