Jakarta – Belakangan ini, netizen di jagad maya, kembali dihebohkan dengan video viral yang memperlihatkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Dalam video yang berdurasi kurang lebih 29 tersebut, Luhut tampak seolah-olah diusir dari Universitas Pembangunan Panca Budi Medan, pada Jumat (12/4/2019) malam.

Videonya Viral, Luhut Bantah Diusir Mahasiswa Di Medan

Dalam video tersebut, turut memperlihatkan mahasiswa yang meneriakkan nama Capres 02 Prabowo Subianto ketika Luhut melintas di dekatnya. Terkait video tersebut, Luhut akhirnya buka suara. Ia membantah jika dirinya diusir oleh mahasiswa. Ia mengatakan bahwa dirinya memang sudah selesai memberikan kuliah umum selama 20 menit.

Luhut juga mengungkapkan bahwa sempat ada provokasi saat dia memberikan kuliah umum. Meski begitu, ia menegaskan bahwa dirinya tak pernah meminta untuk memilih Paslon tertentu.

“Waktu saya naik (podium) ada yang provokasi. Saya bicara sekitar 20 menit sampai selesai,” kata Luhut , Sabtu (13/4/2019).

“Dimana pun saya bicara, saya tidak pernah bilang pilih Paslon ini, pilih Paslon itu, terutama kalau bicara di depan mahasiswa. Saya selalu bicara bahwa kalian pilih Paslon sesuai hati nuranimu, jangan golput, pergilah ke TPS besok tanggal 17 (April).”

Menurut Luhut, dirinya tak masalah jika ada mahasiswa yang meneriakkan nama Prabowo. Pasalnya, Ia menilai bahwa hal tersebut adalah bagian dari kebebasan demokrasi. Ia bahkan sempat berswafoto dengan mahasiswa.

“Saya bilang enggak apa-apa, kami tos tos begitu,” tutur Luhut.

“Begitu terus, saya jalan sampai ke mobil. Saya tos dan banyak yang selfie sama saya. Itu sudah jam 10 (22.00 WIB) kurang sedikit.”

Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak merasa diusir. Menurut Luhut, waktu itu ia mendengar tak hanya teriakan nama Prabowo namun juga Capres 01 Joko Widodo alias Jokowi. Hal itu menunjukkan adanya demokrasi dan sah-sah saja dilakukan asalkan tidak sampai bermusuhan.

“Kalau mereka mahasiswa yang masih muda begitu kan sah-sah saja. Jadi kalau ada yang bilang saya diusir, saya enggak merasa diusir. Sudah selesai semua,” jelas Luhut.

“Ada yang teriak-teriak Jokowi lagi, Jokowi lagi dan ada pula yang teriak ‘Prabowo, Prabowo’,” tutur Luhut. “Tidak apa-apa kan demokrasi. Asalkan tidak sampai berkelahi, bermusuhan.”

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)