Jakarta – Untuk hasil hitung cepat Pilpres kali ini, sejumlah lembaga survei merilis Jokowi-Ma’ruf Amin unggul sementara dari Prabowo-Sandiaga.

Begini Reaksi PBNU Terkait Hasil Qucik Count Pilpres 2019

Mengenai hal ini, PBNU angkat suara dengan meminta semua pihak jangan berlebihan merespons quick count.

Robikin Emhas selaku Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU mengatakan bahwa hasil exit poll dan quick count merupakan cerminan hasil pemilu.

“Namun bukan merupakan hasil akhir pemilu yang secara legal dapat dijadikan dasar penetapan perolehan suara caprer-cawapres,” ungkapnya kepada media.

“Untuk itu saya berharap masyarakat tidak merespons hasil pilpres yang dirilis oleh berbagai lembaga survey secara berlebihan. Kita sambut rilis hasil exit poll, quick count bahkan real count yang dilakukan oleh berbagai lembaga survei secara lumrah layaknya masyarakat terdidik meresponnya, yakni merespon dengan mengedepankan budaya saling menghargai dan menghormati yang cukup tinggi,” ujarnya.

Robikin percaya bangsa Indonesia sudah maju dalam berdemokrasi, sehingga tidak akan ada yang mempertaruhkan rasa kesatuan dan persatuan bangsa hanya karena merespon hasil pemilu yang dirilis lembaga survei secara emosional dan tak berbudaya.

“Masyarakat kita sudah cerdas. Pemilu akan berlangsung damai. Saya yakin itu. Betapa pun kita yakin, siapa pun yang terpilih sebagai presiden dan wakil presiden dalam pilpres adalah pilihan terbaik rakyat yang sekaigus harus kita yakini sebagai yang terbaik untuk bangsa dan negara Indonesia.” pungkasnya.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)