Jakarta – Keputusan sejumlah lembaga survei yang berada di bawah naungan Perhimpunan Survei dan Opini Publik (Persepi) untuk buka-bukaan data soal quick count Pilpres 2019 memiliki tujuan tertentu. Tujuannya ialah untuk membantah tudingan dari sejumlah pihak yang menyebut lembaga survei berbohong kepada publik.

Guru Besar Statistika Bangga Dengan Perkembangan Lembaga Survey di Indonesia

Asep Saefuddin selaku Anggota Dewan Etik Perhimpunan Survei dan Opini Publik langsung berikan apresiasi terkait langkah tersebut. Dia bangga kepada anggota Persepi karena sudah memahami statistika dengan baik terkait quick count, exit poll, dan survei.

Pria yang juga menjabat sebagai Guru besar statistika Institut Pertanian Bogor (IPB) itu yakin jika lembaga yang bernaung di bawah Persepi tidak punya integritas, kompetensi, metodologi, dan profesionalisme, maka mereka tidak akan berani membuka dapurnya.

“Sebagai guru besar statistika saya bangga teman-teman yang tergabung dalam Persepi paham statistika secara benar. Expose Data, Quick Count Pemilu 2019” di Hotel Morissey.

“Karena sampelnya besar dan mereka independen,” katanya.

“Karena ini bukan keputusan final secara politik, jangan sampai ilmu pengetahuan di-downgrade. Tidak perlu baper terhadap metodenya,” ungkapnya.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)