Jakarta – Pihak kepolisian akhirnya berikan pernyataan perihal berhasil ditangkapnya lima orang dari massa berpakaian hitam-hitam dan memakai penutup wajah. Penangkapan dilakukan saat aksi Hari Buruh Sedunia di depan Grahadi.

Para Perusuh Hari Buruh di Surabaya Pakai Baju Hitam Dengan Penutup Wajah

Kepada media, Kombes Pol Frans Barung Mangera menuturkan kemarin bahwa “Ada 5 yang kita amankan di Polrestabes tapi nama-namanya masih diperiksa,”

“Namanya kelompok Anarko atau anarki yang benderanya itu ada tulisan A dan lingkaran dan hitam. Kita sudah mengamankan lima orang di Polrestabes. Saat ini kita masih melakukan pemeriksaan,” beber Barung.

“Karena ini terus terang kelompok Anarko kelompok yang sengaja dibuat untuk tidak mau mengakui pemerintahan di mana pun berada. Merek ini ingin memanfaatkan kebebasan dengan sebebas-bebasnya,” imbuhnya.

Dirinya kemudian juga menambahkan bahwa kelima orang tersebut karena dianggap telah memanfaatkan dan melakukan penyusupan serta provokasi selama peringatan Hari Buruh Sedunia.

“Memang ada riak dari dinamika yang ada terutama mereka-mereka yang memanfaatkan kegiatan Hari Buruh 1 Mei dan menyusup kemudian ingin memperkeruh suasana. Di Bandung sudah ada. Tapi di Jawa Timur cepat kita antisipasi,” terangnya.

“Mereka juga tanpa disertai tanpa surat tanda pemberitahuan melakukan demo. Kemudian yang kedua mereka melajukan kegiatan-kegiatan sama dengan kegiatan yang lain yang cenderung melakukan anarkis,” jelas Barung.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)