Surabaya – Kota Surabaya, Jawa Timur, kembali mendapatkan apresiasi terkait sistem pengolahan sampahnya. Hal ini diungkapkan oleh para delegasi negara ASEAN yang berkunjung ke Pusat Daur Ulang (PDU) Jambangan Surabaya.

Delegasi ASEAN Kagum Lihat Pengolahan Sampah di Surabaya

Sejumlah delegasi tersebut dibuat terkagum-kagum saat melihat bagaimana proses pengolahan sampah di sana.

Sekjen ASEAN Lim Jock Choi mengungkapkan, PDU di Jambangan bisa dijadikan contoh oleh negara-negara di ASEAN dalam mengelola sampahnya.

“Sangat menarik ya, inisiatifnya sangat luar biasa, terlebih menyikapi isu sampah plastik. Kami sangat senang bisa melihat ini. Saya kira ini bisa menjadi contoh bagaimana manajemen pengelolaan sampah di ASEAN, dan harus ditiru oleh kota-kota di ASEAN. Kita harus terus menjaga inisiatif ini dan semoga tahun depan bisa bertemu lagi ya,” kata Lim usai berkeliling di PDU Jambangan Surabaya, Jumat (3/5/2019).

Lim juga memuji kepemimpinan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang paham bagaimana mengatasi isu soal sampah.

“Tadi saya katakan tempat ini sangat kreatif. Memang tidak lepas dari Wali Kota Surabaya yang sangat luar biasa dan sangat paham bagaimana mengatasi isu pengelolaan sampah, terlebih soal lingkungan. Sebagai salah satu pimpinan kawasan, saya mengapresiasi apa yang dilakukan oleh wali kota dan ini bisa menjadi solusi lingkungan dan kesejahteraan di masa depan,” ucap Lim.

Sedangkan Dubes Myanmar untuk ASEAN H.E.U Min Lwin mengaku kagum atas etos kerja para petugas di sana yang rela bergumul dengan sampah, yang oleh sebagian besar orang dihindari.

“Sudah sangat manusiawi kalau kita pergi ke restoran kita sangat siap dan senang. Tapi kalau kita pergi ke tempat pengelolaan sampah, kita enggan-engganan,” ucap Min Lwin.

“Ini menggambarkan bahwa makan lebih penting daripada mengelola sampah. Namun, apa yang dikelola oleh Jambangan sangat luar biasa. Saya sangat kagum. Tadi saya menulis komentar “without you the whole city will be dirty”,” tambahnya.
(samsularifin – harianindo.com)