Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menanggapi pernyataan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait banjir yang terjadi di Jakarta terakhir ini.

Anies Sebut Zaman Ahok Banjir Jakarta Lebih Parah, Ternyata Ini Data BPBD

Menurut Anies, di masa pemerintahan Ahok, banjir yang terjadi di Jakarta lebih parah.

“Nah… Saya terima kasih semua orang yang pernah bertugas di Jakarta, termasuk Pak Basuki pasti berpengalaman terkait banjir. Apalagi Pak Basuki, karena banjir yang kemarin itu bukan apa-apanya dibanding banjir yang pernah dialami Pak Basuki,” ujar Anies di Jakarta Pusat, Kamis (2/5/2019).

Anies juga membandingkan jumlah pengungsi yang terjadi pada tahun 2015 dengan beberapa pekan terakhir ini.

“Coba bayangkan, tahun 2015 ada 230.000 orang mengungsi, kemarin 1.600 orang, kenapa terjadi? Karena volume air dari hulu tidak dikendalikan. Jadi kalau dibandingkan (2019), sangat kecil dibandingkan dengan 2015,” ucap Anies.

Selain itu menurut Anies, banjir di Jakarta hanya di wilayah bantaran sungai, dan itu pun kali ini lebih cepat surut.

Dari data BPBD DKI Jakarta, pada tahun 2014 saat Ahok menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, ada 688 RW yang terendam banijir dengan jumlah pengungsi mencapai 167.727. Ada 23 warga yang meninggal.

Pada 2015 yang dijadikan contoh oleh Anies, data BPBD DKI mencatat ada 702 RW yang terdampak banjir, dengan jumlah pengungsi mencapai 45.813, dan 5 orang meninggal.

Pada 2016, jumlah pengungsi yang terdampak banjir menurun drastis. Tercatat ada 460 RW tergenang banjir dengan jumlah pengungsi 7.760 pengungsi orang. Banjir juga lebih cepat surut.

Sedangkan pada 2017, banjir menggenangi 375 RW dengan jumlah pengungsi 9.100 orang.

Di tahun 2018, jumlah pengungsi akibat banjir kembali naik menjadi 15.627 orang, dari 217 RW yang terendam banjir.
(samsularifin – harianindo.com)