Surabaya – Saksi pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto -Sandiaga Uno menolak untuk menandatangani hasil rekapitulasi suara tingkat kota di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya, Jawa Timur.

Jokowi-Ma’ruf Menang Telak di Surabaya, Saksi Prabowo-Sandi Tolak Tanda Tangan Hasil Rekapitulasi

“Ada instruksi tegas. Kami tidak diperkenankan menandatangani apapun hasil di KPU,” kata saksi Prabowo – Sandi, Agus Fahrudin, usai Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Perolehan Suara di KPU Surabaya, Rabu (8/5/2019).

Berdasarkan rekapitulasi, pasangan Joko Widodo – Ma’ruf Amin memperoleh 1.124.966 suara (70 persen). Sedangkan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno mengantongi 478.439 suara (30 persen).

Agus enggan untuk mengungkapkan apakah Pemilu di Surabaya terdapat kecurangan. Ia hanya mengatakan bahwa dirinya mendapatkan perintah untuk tidak menandatangani hasil rekapitulasi.

“Cuma saya menjalankan perintah tidak boleh menandatangani dokumen apapun. Itikad kami hadir di sini sebagai peserta pemilu,” ujarnya.

Agus hanya memberikan catatan soal pelaksanaan pencoblosan di wilayah Kecamatan Tandes di mana ada warga luar Kota Surabaya yang diperbolehkan mencoblos tanpa menggunakan A5 atau surat pemberitahuan pemilih tambahan atau pemilih pindah TPS.

Sementara itu, saksi dari pasangan urut 01 Jokowi – Ma’ruf, Khoirul, mengaku puasa dengan proses penghitungan suara yang berjalan lancar dan jujur.

“Rekapitulasi Kota Surabaya sangat lancar, kondusif dan sangat fair. Itu terbukti penghitungan awal sampai sekarang itu tidak ada persoalan yang sangat signifikan. Kalau adapun itu hanya persoalan teknis kekurangan surat suara,” kata Khoirul.

Terkait pasangan calon nomor urut 02 yang menolak untuk tanda tangan, Ketua KPU Surabaya, Nur Syamsi, mengatakan bahwa hal tersebut tidak menjadi masalah.

“Sesuai ketentuan, ketika saksi tidak berkenan menandatangani, maka itu tidak menggugurkan hasil yang telah dilakukan sampai hari ini,” ujar Nur Syamsi.
(samsularifin – harianindo.com)