Bandung – Ditreskrimsus Polda Jabar mengamankan seorang pria bernama Solatun Dulah Sayuti, dosen pasca sarjana di sebuah universitas swasta di Kota Bandung, terkait postingannya di media sosial Facebook yang berisi ujaran kebencian terhadap polisi.

Solatun Dulah Sayuti Pernah Sebut Bom Surabaya Diotaki Intel Jokowi

Solatun ditangkap di kawasan Batununggal, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Kamis (9/5/2019).

“Pelaku ini menyebarkan ujaran kebencian yang menghasut dan dapat membuat keonaran,” jelas Direskrimsus Polda Jabar, Kombes Samudi, di Gedung Ditreskrimsus Polda Jabar, Jumat (10/5/2019).

Berikut postingan Solatun yang sangat provokatif :

HARGA NYAWA RAKYAT
Jika People Power tidak dapat dielak:
1 orang rakyat ditembak oleh polisi harus dibayar dengan 10 polisi dibunuh mati menggunakan pisau dapur, golok, linggis, kapak, kunci roda mobil, siraman tiner cat berapi dan keluarga mereka.

Dari hasil penelusuran, caleg DPR RI di Dapil VIII Jawa Tengah dari Partai Bulan Bintang pada Pemilu 2019 ini juga pernah menulis postingan bernada negatif setelah peristiwa bom di tiga gereja di Surabaya, pada 2018 lalu.

Saat itu, Solatun mengunggah tangkapan layar sebuah percakapan dari akun bernama Habibie_al.fatih, yang menyebut pelaku bom adalah orang-orang tidak berdosa yang hanya sebagai korban.

Berikut tulisan dari tangkapan layar yang diunggah Solatun :

PERKEMBANGAN TERAKHIR KEL DITA DIJEBAK, DISURUH JADI KURIR BARANG DIKASIH DP 10 JUTA SISANYA 90 JTA DIKASIH KLAU BOX SDAH DITERIMA.
TERNYATA SUTRADATA MENGINTIP DIBELAKANG BAWA REMOTE CONTOROLE…DAN BLUSHHH…NYAWA MELAYANG
MEREKA DITIPU TERNYATA ISINYA BOM.
SYA BERDUKA CITA ATAS SELURUH KORBAN BOM SURABAYA.
MEREKA ORANG TAK BERDOSA DIKORBANKAN DEMI RAKUSNYA KEKUASAAN.

Solatun Dulah Sayuti Pernah Sebut Bom Surabaya Diotaki Intel Jokowi

Sebagai keterangan dari unggahannya, Solatun juga menuliskan bahwa pelaku teror bom di Surabaya sebenarnya adalah intel pemerintah Jokowi.

“Masih adakah
J.O.K.O.W.E.R.S
yg mau menyangkal bahwa INTEL PEMERINTAH JOKOWI YG BIKIN TEROR SURABAYA??????”
demikian tulis akun Facebook atas nama Solatun Dulah Sayuti, pada 15 Mei 2018 lalu.
(samsularifin – harianindo.com)