Jakarta – Said Didu hingga kini masih belum mengakui bahwa dirinya tidak melanggar aturan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dalam proses kampanye pemilu kali ini.

Berstatus PNS, Said Didu Merasa Tidak Melanggar Aturan Saat Masa Kampanye

Saat ditemui media kemarin, dirinya menuturkan bahwa “Tapi itu kan nggak melanggar. PNS itu kan dilarang kampanye, ikut kampanye, boleh memilih boleh. Nggak pernah saya ikut kampanye. Saya tahu aturannya,”

“Hanya mengikuti kegiatannya saja, saya hadirnya kalau ilmiah,” kata Said Didu.

“Karena saya lama merenungnya kan ini lama sekali karier ini saya tempuh. Jadi saya juga berunding dengan keluarga, berunding dengan anak saya. Ya, saatnya ya bagaimana, sudah 32 tahun padahal masih punya 8 tahun jadi itu hanya pemikiran biasa saja. Ya mungkin Allah memberikan hidayah di bulan Ramadhan saatnya kau ambil keputusan,” ucap Said Didu.

“Banyak sekali orang yang kalau pro-pemerintah walaupun jelas-jelas memihak termasuk di BUMN itu aman-aman saja. Tapi kalau sekali berbeda malah dipecat, dipermasalahkan. Contoh saya sebagai komisaris BUMN, karena dianggap tidak sejalan oleh menteri, maka dipecat sementara puluhan BUMN itu jelas-jelas berkampanye untuk salah satu calon tapi aman-aman saja,” ucap Said Didu.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)