Jakarta – Penangkapan Ina Yuniarti oleh pihak kepolisian karena merekam dan menyebarkan video ketika Hermawan Susanto (27) mengancam Presiden Joko Widodo akhirnya membuat pihak keluarga angkat suara. Hilary Putri Armana selaku putri Ina Yuniarti mengakui jika ibunya itu merekam video tersebut namun sebagai pengunggah di media sosial yang berakhir dengan viralnya video tersebut.

Putri Ina Klaim Bukan Mamanya Yang Unggah Video Ancaman Penggal Jokowi

Saat ditemui di kediamannya, Hilary menuturkan bahwa “Mama saya itu videonya banyak banget (pas demo) sama foto-fotonya. Nah dia langsung kirim ke grup WA yang ada relawan-relawan lainnya,”

“Bukan ibu, yang upload itu namanya Deni Siregar sama cewek satu lagi cuma nggak tahu nama aslinya, katanya.

“Pas viral mama saya baru lihat lagi dan videonya udah nggak bisa dihapus di WA,” kata Hilary.

Hilary juga mengetahui ibunya ikut dalam aski demo di depan Bawaslu tersebut dimana Ina mengabadikan video ketika Hermawan mengucapkan ancaman tersebut.

“(Alasan ikut demo) sekedar buat relawan aja, iya sukarela biasa aja karena mama saya pendukungnya 02. Tapi awalnya nggak bilang mau ke Bawaslu sih,” tuturnya.

“Nggak, yang cowok itu baru pertama kali lihat sih. Awalnya mama saya selfie, terus nyuruh orang (gabung) terus muter-muter gitu. Tiba-tiba orang itu datang. Mama saya kenalnya cuma sama cewek yang namanya Anna (di video) di sebelahnya yang pakai kacamata,” tuturnya.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)