Jakarta – Konflik yang terjadi didalam koalisi partai kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno masih berlanjut. Konflik yang dimaksud adalah antara Partai Demokrat dan Partai Gerindra. Partai Demokrat dinilai telah bersikap tidak adil terhadap Prabowo-Sandiaga.

Arief Poyuono Tegaskan Gerindra Tak Pernah Minta Maaf Ke Demokrat

Arief Poyuono Tegaskan Gerindra Tak Pernah Minta Maaf Ke Demokrat

Meski begitu, Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria telah meminta maaf kepada Demokrat atas pernyataan kurang pantas yang sudah diungkapkan oleh salah satu kadernya. Riza mengatakan bahwasanya pernyataan kurang pantas tersebut merupakan sikap pribadi, tidak ada hubungannya dengan sikap Prabowo, sikap Gerindra dan bahkan sikap Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga.

“Tentu kami atas nama partai menyampaikan mohon maaf kalau ada perkataan-perkataan dari pengurus maupun kader Partai Gerindra yang dirasa kurang pas, kurang baik dirasa oleh partai lain, termasuk Partai Demokrat,” kata Riza saat ditemui, Minggu (12/05/2019).

Menanggapi hal tersebut, Partai Demokrat pun akhirnya menerima permohonan maaf Riza dan Partai Gerindra. Partai Demokrat yang sempat meminta sang pelaku untuk dipecat dari partai juga menyatakan akan menghormati keputusan internal Gerindra.

Baca juga : Megawati Disebut Tidak Keberatan Partai Demokrat Gabung ke Jokowi

Namun sayangnya permohonan maaf tersebut dibantah oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono. Bahkan Arief dengan tegas mengatakan bahwa ia tidak mau minta maaf atas penyataannya yang telah ‘mengusir’ Partai Demokrat dari koalisi Prabowo-Sandiaga.

“Nggak Gerindra yang minta maaf ya sama Demokrat. Kan Riza Patria yang minta maaf,” kata Arief dengan tegas, Senin (13/05/2019).

Poyuono menegaskan tak akan meminta maaf kepada Demokrat maupun ketumnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sebab menurutnya sikap yang ditunjukkan Partai Demokrat selama ini dalam koalisi Prabowo-Sandiaga tidak dapat dimaafkan.

“Gerindra dan aku nggak akan minta maaf ke SBY dan Demokrat. Tidak sudi ya karena SBY dan Demokrat sudah keterlaluan terhadap Prabowo dan Gerindra dalam berpolitik,” pungkasnya.
(Muspri-harianindo.com)