Jakarta – Karena adanya aksi yang dilaksanakan sejak kemarin, beberapa pusat perbelanjaan modern di Jakarta memutuskan untuk perketat keamanan.

Demo 22 Mei, Penjagaan Berlapis di Mall-mall Jakarta

Stefanus Ridwan selaku Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menuturkan bahwa “Sementara ini belum ada yang bilang tutup. Kita buka semua. Hanya saja pengamanan ekstranya kalau di tempat kita itu 3 shift,”

“Shift malam nggak pulang, shift pagi jaga, shift sore ditarik ke pagi, jadi lebih cepat datangnya,” ungkapnya.

Dirinya juga membenarkan adanya kerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang diutamakan di mal-mal area rawan kericuhan massa.

Lalu, ia pun mengatakan memang hingga siang ini kondisi pengunjung sepi. Namun, ia belum menyebutkan ada kerugian sewa dan lainnya karena mal akan tetap beroperasi normal. Hanya saja, pengeluaran bertambah karena adanya pengamanan ekstra tersebut.

“Ke mal nggak ada dampaknya. Yang ada dampak itu keuangan kita keluar banyak untuk pengamanan. Memberi makan, biaya lembur, dan lain-lain. Kalau kerugian dr sewa dan lain-lain nggak ada, namanya retailer, ya tetap buka kita,” jelas Stefanus.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)