Jakarta – Sejumlah oknum Brimob yang melakukan pemukulan terhadap seorang pria di Kampung Bali yang rekaman videonya kemudian tersebar viral di media sosial akan ditindak.

Oknum Brimob Yang Lakukan Pemukulan Terhadap Pria di Kampung Bali Akan Ditindak

Menurut keterangan Karo Penmas Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, tindakan sejumlah oknum Brimob tersebut tidak dapat dibenarkan, meski yang dipukuli tersebut kemudian diketahui merupakan salah satu perusuh yang tertangkap di dekat gedung Bawaslu.

“Dalam hal upaya penangkapan perusuh atas nama A alias Andri Bibir, apa yang dilakukan oleh oknum anggota tidak dibenarkan. Seharusnya kepada pelaku perusuh yang sudah menyerah tidak boleh lagi dilakukan tindakan berlebihan, eksesif,” kata Dedi Prasetyo kepada wartawan, Sabtu (25/5/2019).

Polri akan melakukan pemeriksaan secara internal terkait hal ini.

“Prinsip kepada personel Polri yang melakukan tindakan tidak sesuai dengan norma-norma yang ada di kepolisian pasti akan kami proses sesuai mekanisme yang ada,” tegas Dedi.

Pemukulan dipicu oleh tersangka bernama Andri Bibir yang berupaya kabur meski telah dikepung petugas keamanan.

“Insiden ini dipicu oleh penyerangan yang dilakukan oleh selain tersangka Andri Bibir kepada petugas serta berupaya melarikan diri saat akan diamankan,” jelas Dedi.

Sebelumnya beredar luas di media sosial rekaman video pemukulan yang dilakukan oleh sejumlah oknum terhadap seorang pria di dekat Masjid Al-Huda di Jl Kp Bali XXXIII No 3, RT 2 RW 10, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Menurut narasi yang beredar, korban pemukulan masih di bawah umur dan dipukuli hingga tewas.

Polri memastikan informasi yang soal korban adalah hoax karena tersangka Andi Bibir telah berusia 30 tahun, dan kini masih hidup dan mendekam di Rutan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya untuk menjalani proses hukum.

“Bahwa viral video berkonten dan narasi seolah-olah kejadian tersebut mengakibatkan korban meninggal dunia akibat tindakan aparat. Ternyata pada kenyataannya orang yang dalam video tersebut adalah pelaku perusuh yang sudah kita amankan atas nama A alias Andri Bibir,” ujar Dedi.

Dari pemeriksaan polisi, Andi Bibir merupakan tersangka yang memasok batu-batu yang digunakan perusuh untuk menyerang petugas saat kerusuhan pada 22 Mei 2019.

Selain itu, Andri juga membantu menyediakan air bilas untuk para demonstran yang terkena gas air mata dengan maksud agar kerusuhan tetap berlanjut.
(samsularifin – harianindo.com)