Jakarta – Sebelum dikenal sebagai politikus, Amine Rasi lebih dulu dikenal sebagai salah satu pengajar di Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Dia bahkan mencapai puncak karir seorang akademisi sebagai guru besar atau profesor. Namun UGM menyebut gelar itu kini telah hilang.

Rektor UGM : "Profesor Amien Rais Itu Sudah Purna"

Koentjoro selaku Ketua Dewan Guru Besar UGM sudah memberikan penuturan bahwa ada banyak pertanyaan yang diajukan kepadanya berkaitan dengan tanggung jawab Amien Rais kepada masyarakat sebagai seorang profesor.

Saat ditemui di kampus UGM kemarin, beliau menuturkan bahwa “Saya selaku Ketua Dewan Guru Besar Universitas Gadjah Mada barangkali banyak yang menanyakan, kan beliau (Amien Rais) profesor, lalu bagaimana tanggung jawabnya?”

“Memang di Gadjah Mada guru besar itu memiliki tiga komisi, satu komisi tentang pendidikan, yang kedua komisi tentang nilai-nilai ke-UGM-an, yang ketiga adalah wawasan kebangsaan,” lanjutnya.

“Beliau sudah pensiun. Guru besar atau profesor itu adalah jabatan akademik, sehingga ketika beliau itu pensiun maka jabatan akademik sebagai guru besar itu pun sebetulnya juga harusnya hilang,” pungkas Koentjoro.

Sedangkan disisi lain, Panut Mulyono selaku Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mengatakan bahwa apa yang dilakukan politisi senior mien Rais bukan tanggung jawab institusinya. Sebab Amien Rais sudah pensiun dari kampus.

“Profesor Amien Rais itu sudah purna, sudah pensiun dari Universitas Gadjah Mada, sehingga secara institusi (UGM) sudah tidak ada ikatan secara struktural ya dengan Profesor Amien Rais,” kata Panut.

“Sehingga apa yang beliau (Amien Rais) lakukan itu bukan tanggung jawab Universitas Gadjah Mada, tentu menjadi tanggung jawab pribadi beliau. Saya kira demikian,” lanjutnya.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)