Jakarta – Tidak setiap orang yang terbiasa bangun pagi memiliki perasaan selalu bersemangat. Tak sedikit orang yang merasa pagi hari merupakan awal yang berat untuk melakukan aktifitas sehingga membuat mereka yang merasakan tidak lebih produktif di pagi hari dari biasanya.

Tips Selalu Produktif di Pagi Hari

Berikut kami hadirkan tips bagi Anda para morning person yang ingin memiliki pagi hari yang lebih produktif:

1. Olahraga sebelum berangkat kerja
Menyisihkan sedikit waktu pada pagi hari sebelum bekerja untuk berolahraga ringan merupakan keputusan yang tepat, karena dengan olahraga telah terbukti dapat meningkatkan energi dan membuat pikiran serta tubuh menjadi lebih segar. Sehingga aktivitas ini sangat baik dilakukan sebelum berangkat kerja agar lebih produktif.

2. Sarapan dengan makanan berprotein
Ini penting bagi Anda pada saat mau bekerja di pagi hari, Anda memerlukan sarapan. Sarapan dengan makanan yang kaya protein terbukti selain memberikan energi juga dapat menurunkan berat badan.

3. Hindari kafein dengan air putih
Minuman berkafein seperti teh dan kopi memang sering dinikmati setiap pagi sebelum beraktivitas. Walaupun begitu, minuman yang mengandung kafein akan menimbulkan efek samping yang dapat merusak hari Anda seperti kecemasan hingga lelah yang berlebihan. Maka, ubahlah dengan mengkonsumsi air putih.

Air putih merupakan cairan atau minuman yang harus dikonsumsi setiap hari. Air putih dikenal dengan kaya manfaat, bukan hanya membuat tubuh menjadi segar dan sehat, ternyata minum air putih dalam jumlah yang cukup dapat membuatmu lebih konsentrasi dan produktif dalam bekerja.

4. Jangan lupa tidur lebih awal
Buat Anda yang ingin harinya menjadi lebih produktif, coba untuk tidur lebih awal. Orang yang membiasakan tidur lebih awal akan merasa lebih segar pada hari berikutnya. Hal ini disebabkan bahwa adanya peningkatan metabolisme tubuh yang membuat lebih produktif.

Tetapi jika tidur terlalu malam memiliki dampak yang sangat buruk untuk kesehatan tubuh seperti lelah yang berlebihan, mengantuk, gelisah, konsentrasi berkurang hingga paling fatal akan menimbulkan serangan jantung, stroke hingga diabetes. (Tita Yanuantari – harianindo.com)