Jakarta – Para tersangka yang diduga akan melakukan pembunuhan terhadap empat tokoh nasional dan satu pimpinan lembaga swasta ternyata telah melakukan survei terhadap target.

Polisi Sebut Para Tersangka Telah Survei Kediaman Empat Tokoh Nasional Yang Akan Dibunuh

Menurut Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Mohammad Iqbal, kediaman dan aktivitas sehari-hari para target telah dipetakan.

“Semua sudah disurvei oleh pelaku, sudah difoto, sudah dipetakan kegiatan sehari-hari misal pulang jam kantor kapan,” kata Iqbal di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (27/5/2019).

Iqbal juga menjelaskan, pembunuhan terhadap sejumlah tokoh tersebut bertujuan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia sedang kacau.

“Memang dibuat sedemikian rupa sehingga menggambarkan negara sedang digoyang, tapi Allah SWT sayang dengan negara Indonesia sehingga kami diberi jalan untuk mengungkapkan ini,” ucap Iqbal.

Empat tersangka berinisial HK alias Iwan, AZ, IR, dan TJ perperan sebagai eksekutor.

Sedangkan dua tersangka lainnya, yakni AD dan AF alias Fifi, berperan sebagai penjual senjata api.

“Awalnya HK diperintahkan seseorang untuk membeli senjata api pada Oktober 2018 yang kemudian berhasil didapatkan dari AD dan AF pada 13 Oktober 2018, senjata yang didapatkan diserahkan juga pada AZ dan TJ,” jelas Iqbal.

“Kemudian pada Maret 2019 HK menerima perintah untuk membunuh dua tokoh nasional, pada 12 April 2019 ada perintah untuk membunuh dua tokoh nasional lainnya plus satu pimpinan lembaga swasta, yaitu lembaga survei, sehingga total ada empat tokoh nasional yang jadi target,” tambahnya.

Terkait siapa otak yang merencanakan dan siapa targetnya, sudah diketahui oleh pihak kepolisian. Namun Iqbal enggan untuk mengungkapkannya kepada wartawan.

“Kami sudah kantongi identitas semuanya, tapi bukan wewenang saya untuk mengungkapkannya sekarang,” pungkas Iqbal.
(samsularifin – harianindo.com)