Aalst – Semenjak naik ke kelas MotoGP pada 2008 lalu, Jorge Lorenzo pernah merasakan berbagai pembalap hebat yang berada satu tim dengannya. Sebut saja seperti Valentino Rossi saat bersama Yamaha, dan Andrea Dovizioso kala membela panji Ducati. Namun, dari kedua nama pembalap hebat itu, Lorenzo menilai Marc Marquez adalah rekan terberatnya selama mentas di gelaran MotoGP.

Lorenzo Nilai Marquez Menjadi Rekan Terberat di MotoGP

Lorenzo

Seperti yang diketahui, duet Lorenzo-Marquez baru tercipta di gelaran MotoGP 2019. Meski musim 2019 baru berjalan lima seri saja, namun Lorenzo sudah tahu Marquez adalah rekan setim yang paling sulit untuk ia kalahkan.

Menurut X-Fuera –julukan Lorenzo–, Marquez adalah pembalap yang memiliki fisik yang sangat kuat dan juga masih terbilang muda, yakni 26 tahun. Apalagi, pengalaman Marquez yang sudah tujuh tahun bersama Honda tentu menjadi hal sulit untuk dikalahkan oleh Lorenzo. Dengan pengalaman yang panjang itu, Marquez pun jelas lebih memahami motor RC213V ketimbang dengan Lorenzo. Hal itulah yang membuat Lorenzo mengatakan Marquez adalah rekan terberatnya selama tampil di gelaran MotoGP.

“Ketika masih di Yamaha saya bersaing dengan Rossi beberapa kali, kami kurang lebih hampir selevel. Lalu saat di Ducati bila saya tidak cedera, saya jelas bisa menyamai level Dovizios. Lalu sekarang bersama Marquez, saya rasa ini adalah tantangan tersulit sayang saya miliki,” terang Lorenzo sebagaimana diberitakan Marca pada Kamis (30/5/2019).

“Marquez berusia 26 tahun, dia sangat kuat secara fisik dan sudah memiliki pengalaman tujuh tahun bersama Repsol Honda. Jelas hal itu membuatnya menjadi salah satu tiga pembalap terbaik saat ini. Sangat sulit untuk menyamai levelnya saat ini. Namun, dengan seiringnya waktu berjalan, saya akan mencoba mengalahkannya dengan kekuataan saya,” tambah pembalap asal Spanyol itu.

Lorenzo memang mengakui kesulitan untuk bersaing dengan Marquez karena ia masih belum bisa beradaptasi dengan motor pabrikan asal Jepang tersebut. Apalagi saat di awal musim, Lorenzo tak bisa mengikuti beberapa tes pramusim lantaran masih dibekap cedera. Alhasil, ia pun masih belum memahami motor RC213V dengan sangat baik. (Tita Yanuantari – harianindo.com)