Jakarta – Ahmad Dhani dijatuhi hukuman selama 1 tahun penjara terkait kasus vlog ‘idiot’. Suami Mulan Jameela itu langsung melakukan tindakan usaha lewat kuasa hukumnya.
Ya, terdakwa kasus vlog ‘idiot’ sekaligus musisi Ahmad Dhani dijatuhi hukuman penjara selama 1 tahun oleh majelis hakim PN Surabaya.
Suami Mulan Jameel sudah dinyatakan terbukti bersalah, melakukan tindak pidana melakukan pencemaran nama baik.
Penjatuhan hukuman ini disampaikan oleh Ketua Majelis Hakim R Anton Widyopriyono. Dalam amar putusan yang dibacakannya, Ahmad Dhani dikenakan Pasal 45 ayat (3) jo pasal 27 ayat (3) UU RI No.19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronika.

“Menjatuhkan pidana selama 1 tahun penjara, kepada terdakwa Ahmad Dhani Prasetyo,” ujarnya Ketua majelis R. Anton Selasa (11/06/2019).
Vonis ini terbilang lebih ringan dari tuntutan JPU Rakhmad Hary Basuki menuntut Ahmad Dhani dengan kurungan penjara selama 1 tahun 6 bulan
Dalam pertimbangan hakim, bersikap sopan, kooperatif selama persidangan menjadikan hal yang dapat meringankan terdakwa./
Sedangkan hal yang memberatkan terdakwa tidak menyesali perbuatannya, perbuatan terdakwa membuat saksi merasa terhina. Sebagai calon legislatif harus memberi contoh yang patut
Merespon putusan ini, Ahmad Dhani melalui kuasa hukumnya Aldwin Rahadian mengajukan banding.
Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum, menyatakan untuk dip-ikirkan terlebih dahulu.

Sebelumnya, imbas dari Vlog yang dibuat di Hotel Mojopahit beberapa waktu lalu, Ahmad Dhani dilaporkan oleh sejumlah orang yang tergabung dalam Koalisi Bela NKRI.
Mereka melaporkannya, lantaran mengunggah vlog yang intinya mengandung ujaran idiot atau kebodohan.
Atas kasus ini, Ahmad Dhani pun dikenakan dengan Pasal 45 ayat (3) jo pasal 27 ayat (3) UU RI No.19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronika yang berbunyi
‘Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik’
Senyum tipis Ahmad Dhani Keluar Rutan Medaeng.
Sebelumnya, Ahmad Dhani menampakkan senyum lebar saat keluar dari Rutan Medaeng untuk jalani sidang dengan agenda putusan di PN Surabaya, Selasa (11/06/2019).
Tidak terlihat kecemasan diraut wajahnya terkait putusan vonis yang akan dibacakan hakim saat persidangan.
Dirinya malah sibuk melayani ibu-ibu pengunjung rutan yang minta bersalaman.
Beberapa ibu nampak bersalaman ke Ahmad Dhani, sambil mengucapkan Minal Aidin Wal Faidzin.
Bahkan tak sedikit para ibu tersebut juga memberikan dukungan.

Semangat, semangat Mas Dhani,” ujar seorang ibu.
Pentolan Dewa 19 tersebut hanya tersenyum manis.
Suami dari penyanyi Mulan Jameela tersebut keluar dari Rutan Medaeng pukul 10.33 wib.
Lebih pagi daripada sidang yang biasa diikuti sebelumnya dimana keluar rutan pukul 13.00 wib.

Ia pun hanya menjawab seperlunya tentang persiapan mengikuti persidangan.
“Sesuai dengan saksi ahli pidana,” jawabnya singkat sebelum memasuki mobil tahanan. Ia kemudian masuk mobil tahanan Kejati Jatim.

Tak ada Persiapan tersendiri.
Sebelumnya, kuasa hukum Ahmad Dhani, Sahid mengatakan kliennya tidak ada persiapan khusus untuk menghadiri csidang cputusan atas kasusnya.
“Tidak ada persiapan. Ya seperti sidang sidang sebelumnya,” ujarnya setelah menjenguk Ahmad Dhani di Rutan Kelas I Surabaya.
Ia juga menjelaskan anak Ahmad Dhani yaitu El dan Dul yang rencananya akan datang ke Rutan Medaeng batal datang.
“Kemungkinan besar, pihak keluarga datang hari Kamis (13/06/2019). Karena Insyallah pada hari itu Ahmad Dhani akan dipindahkan ke Rutan Cipinang, Jakarta,” jelasnya.
Sahid menambahkan, berkas pemindahan kliennya menuju ke Jakarta juga sudah lengkap semua.
“Semua berkas sudah lengkap. Tinggal menunggu sidang putusan ini saja,” tandasnya.

Dikawal ketat aparat kepolisian jelang sidang vonis kasus pencemaran nama baik lewat ujaran ‘idiot’ dengan terdakwa Ahmad Dhani, Pengadilan Negeri Surabaya dipadati oleh petugas kepolisian yang melakukan pengamanan, Selasa (18/06/2019) siang.
Kabag Ops Polrestabes Surabaya, Kompol Anton Elfrino mengatakan hari ini pihaknya menyiapkan sejumlah 349 personil.
Ratusan personil tersebut terdiri dari personel Sabhara Polrestabes Surabaya dan Brimob Polda Jatim.
Beberapa di antara mereka bahkan membawa gas air mata.
“Kita melakukan pengamanan sebanyak 349 personel tergabung dari Polrestabes Surabaya dan Polda Jatim, untuk bersiaga,” kata dia, Selasa (11/06/2019).
Anton menambahkan pengamanan itu akan dilakukannya di sejumlah titik di PN Surabaya, yakni di gerbang depan dan sekitar ruang persidangan.
Ia berharap tidak ada kericuhan selama persidangan berlangsung hari ini.
“Kita melaksanakan pengamanan di gerbang depan jalan untuk mengamankan jalannya persidangan. Semoga tidak ada potensi ricuh,” ujarnya.
Sementara itu, jadwal persidangan dimajukan dari jadwal semestinya, lantaran permintaan majelis hakim. (Hari-harianindo.com)