Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi berencana untuk memberikan bantuan hukum untuk mantan Staf Kepala Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zen dan mantan Danjen Kopassus Mayjen (Purn) Soenarko. Kedua purnawirawan TNI tersebut menjadi tersangka dugaan makar dan kepemilikan senjata ilegal.

Berdasarkan pernyataan politisi Partai Gerindra Andre Rosiadie, BPN memberikan bantuan hukum kepada para pendukungnya yang memiliki status tersangka. Tak hanya Kivlan Zen dan Soenarko, bantuan hukum juga diberikan kepada Lieus Sungkharisma, Mustofa Nahrawardhaya, dan Eggi Sudjana.

“Ya tentu kami akan berikan bantuan secara hukum,” kata Andre.

Baca Juga: Pengacara Kivlan Zen Bakal Layangkan Penangguhan Penahanan

Rencananya, bantuan hukum BPN akan ditangani oleh Sufmi Dasco Ahmad yang menjabat sebagai Direktur Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandi.

“Insya Allah dalam waktu dekat ini Bang Dasco juga akan bertemu dengan Pak Soenarko dan Pak Kivlan untuk membicarakan jaminan,” ungkap Andre.

Meskipun memberikan pendampingan secara legal, Andre menampik adanya keterlibatan BPN dalam aksi kerusuhan 21-22 Mei.

“Saya ingin tegaskan Pak Prabowo, Bang Sandi dan BPN tidak telibat dalam kasus kerusuhan 21-22 Mei,” pungkas Andre. (Elhas-harianindo.com)