Jakarta- Organisasi keagamaan, Front Pembela Islam (FPI), Kota Bandung menegaskan akan tetap mengirimkan ratusan massa FPI ke Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta untuk mengawasi proses sidang PHPU Pilpres 2019.
Hal ini tetap dilakukan FPI Kota Bandung meski calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto sudah menyerukan kepada para pendukungnya untuk tidak mendatangi MK.

Sekretaris FPI Kota Bandung Ahmad Kurniawan menjelaskan bahwa anggotanya yang diutus ke MK untuk ikut mengawasi sidang PHPU Pilpres 2019 ini mencapai hingga 500 orang.

“Pasti kami berangkat, sudah kami rapatkan 500 massa,” kata Ahmad di Bandung, Rabu (12/06).

Menurut Ahmad, saat ini sebagian massa diperkirakan telah berangkat ke Jakarta, mereka dibebaskan untuk menggunakan transportasi apapun.

“Sekarang juga pasti ada yang berangkat. Tidak ada koordinasi, kami bebaskan menggunakan kendaraan apa saja,” katanya.

Ahmad menegaskan FPI Kota Bandung tidak ditunggangi oleh pihak manapun dalam mengerahkan massa untuk ikut mengawasi sidang sengketa Pilpres 2019 di MK. Dia menyebut keberangkatan ratusan anggotanya ke Jakarta itu merupakan murni inisiatif organisasinya tanpa ada komando dari DPP FPI.

“Tidak ada komunikasi sama sekali dengan pusat,” kata Ahmad.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto menghimbau para pendukungnya untuk ikut campur dengan mendatangi MK saat persidangan sengketa hasil Pilpres 2019 digelar.

Prabowo menyerukan kepada pendukungnya untuk percaya pada dirinya dan Sandi dalam menghadapi perselisihan Pilpres yang mulai disidangkan Jumat 14 Juni mendatang.

“Saya dan Sandiaga memohon agar pendukung kami untuk tidak berbondong-bondong hadir di MK pada hari-hari mendatang,” kata Prabowo dalam pernyataannya melalui video yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (11/06). (Hari-harianindo.com)