Surabaya – Perihal sistem zonasi Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) 2019, ratusan wali murid mulai menggeruduk Kantor Dinas Pendidikan Surabaya sejak pagi. Untuk melayani komplain para wali murid, Dispendik menyediakan dua ruangan beserta loket antrean.

Sejumlah wali murid yang datang ingin menanyakan alasan anak-anak mereka tidak diterima di SMPN pilihan mereka. Salah satunya adalah Nasiroh. Berdasar penuturannya, anaknya tidak tercatat di laman PPDB 2019 sebagai pendaftar SMPN 17 dan 35.

“Ya mau protes kedekatan sekolah, katanya jalur zona. Yang terdekat tidak masuk. Tapi yang jauh kok malah masuk. Yang saya lihat di online ada yang 1300 meter lebih masuk. Kalau saya 381 meter nggak masuk,” kata Nasiroh pada Selasa (18/06/2019).

Baca Juga: Walikota Risma Belum Mau Tanggapi Lebih Jauh Soal Dugaan Korupsi YKP Surabaya

Meski telah mengajukan protes, Nasiroh tidak berhasil mendapat jawaban pasti dari pihak Dispendik.

“Ya disuruh nunggu, tidak ada keputusan hingga tanggal 21 Juni. Padahal tanggal 21 sudah daftar ulang,” imbuh Nasiroh.

Serupa dengan Nasiroh, Devi juga merasa dirugikan dengan pemberlakuan sistem zonasi oleh pemerintah. Menurutnya, anaknya gagal masuk sekolah terdekat walau secara akademis nilainya memenuhi standar.

“Kalah sama yang rumahnya dekat, padahal ada yang deket nilai banyak yang rendah. Sedangkan yang nilainya bagus tidak bisa masuk. Kalau begini kasihan anak saya yang ikut ujian mati-matian ingin masuk sekolah negeri,” kata Devi. (Elhas-harianindo.com)