Jakarta – Agus Maksum dihadirkan oleh Tim Hukum Prabowo-Sandi sebagi saksi pada persidangan sengketa pemilu. Agus mengklaim bahwa dirinya memiliki data 1 juta KTP palsu yang meberikan kerugian terhadap pasangan calon Prabowo-Sandiaga.

“Apakah menelusuri KTP palsu sampai ke DPT atau bagaimana?” kata hakim konstitusi Aswanto kemudian mencecar saksi Agus Maksum di sidang MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Rabu (19/06/2019).

Agus memberikan pernyataan bahwa ia tidak melakyukan pengecekan alamat kepada pemiliki yang diklaim memiliki KTP palsu.

“Saya menelusrinya DPT HB2. Saya yakin tidak ada, tidak mengecek ke lapangan, tapi ke Dukpacil,” jawab Agus.

Aswanto meragukan pernyataan Agus, sehingga kembali membrondong dengan berbagai pertanyaan.

“Ada sampel bahwa warga ber-KTP palsu masuk DPT?” cecar Aswanto.

“Ada. dalam DPT HB2. Rinciannya total 1 juta,” jawab Agus.

“Bagaimana tahu (palsu) kalau Anda tidak merekap? Dan cara apa yang digunakan untuk mengetahui jumlah sementara tidak rekap?” cecar Aswanto.

“Kami membuat kriteria-kriteria, invalid atau tidak,” jawab Agus.
Hakim Aswanto kemudian masih mempertanyakan dengan pertanyaan berikutnya.

“Apakah KTP yang invalid itu Saudara ketahui bahwa memang masuk DPT HB?” Aswanto menegaskan.

“Iya,” jawab Agus.

“Berapa banyak?” tanya Aswanto.

“Yang khusus DPT HB 17,5 juta, sekitar 209 ribu. Total lebih dari 1 juta,” jawab Agus. (Hari-harianindo.com)