Bandung – Soal video unggahan Rahmat Baequni yang menyinggung anggota KPPS diracun, pihak kepolisian kini sedang melakukan penyelidikan. Menanggapi hal tersebut, Rahmat menyampaikan pembelaannya melalui akun Instagramnya.

Ia mengunggah tangkapan layar yang menunjukkan berita perihal penyelidikan polisi atas videonya tersebut. Dalam postingan yang diunggah pada Selasa (18/06/2019) itu, ia menuliskan pembelaan dan alasan mengapa ia berani membuat pernyataan di video tersebut.

Di kolom caption, Rahmat menyebutkan bahwa ia merasa memiliki kewajiban untuk menyampaikan kebenaran di tengah fitnah merajalela. Rahmat juga mencantumkan Surat Al-Isra ayat 81 sebagai justifikasi atas keyakinannya.

Baca Juga: Soal Video Ceramah Rahmat Baequni, Polisi: “Sedang Dianalisa Tim Hukum”

Berikut adalah isi caption dari unggahan Rahmat Baequni:

Sumpah Iblis yang lestari sepanjang zaman, yaitu akan selalu menghalangi manusia dalam menapaki kebenaran. Maka sunnatullah, yang Haq dan yang bathil selamanya akan berlomba untuk saling menundukkan selama bumi masih terbentang.

Sedangkan semua kebathilan adalah barang tak ternilai yang disulap sedemikian rupa agar seolah menjadi bermakna. Namun tak akan pernah dapat mengisi fitrah manusia yang telah Allah setting dengan sempurna. Kebathilan takkan dapat menipu jiwa yang lurus akhlaknya.

Berpegang teguhlah pada tali agama Allah, sebab fitnah semakin genap wujudnya. Semakin dekat pula kita kepada janji-Nya.

Dan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap. (Al Isra : 81)

Wa Kaffa billahi syahida, cukuplah Allah sebagai sebaik-baik saksi atas apapun yang terjadi dan telah ditorehkan oleh diri kita.

Dengan Allah, Kita memiliki segalanya.
Tanpa Allah, yang kita miliki tak pernah akan bernilai apa-apa.

Semoga Allah senantiasa melindungi kita, dan memberi balasan terbaik dari apa yang telah ditetapkannya.

Tak ada balasan terbaik, lebih dari diperkenankan untuk menatap keagungan wajah-Nya di surga kelak.

Sementara itu, polisi telah melakukan penyelidikan atas video Rahmat Baequni. Dalam video tersebut, Rahmat mengklaim bahwa penyebab meninggalnya ratusan anggota KPPS adalah diracun secara sengaja.

Berdasarkan keterangan dari Polda Jabar, pihaknya telah menerima pelimpahan kasus tersebut dari Mabes Polri karena lokasi ceramah dilakukan di Kabupaten Bandung, Jabar.

“Sudah, kita sudah menerima pelimpahan berkas dari Mabes Polri,” ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko pada Rabu (19/06/2019). (Elhas-harianindo.com)